Szeto Consultants

Odoo Purchasing: Bagaimana Mengelola Batas Kredit (Credit Limit) untuk Supplier/Vendor?

Odoo Purchasing: Bagaimana Mengelola Batas Kredit (Credit Limit) untuk Supplier/Vendor?

Diposting pada 21 Apr 2026, 05:31
Ditanyakan oleh: Siska

Halo teman-teman praktisi Odoo di sini!

Saya Siska, saat ini saya sedang eksplorasi fitur di Odoo Purchasing, khususnya terkait pengelolaan batas kredit untuk supplier atau vendor.

Biasanya kan kalau credit limit itu identik dengan customer (piutang). Nah, yang kami butuhkan adalah bagaimana caranya agar Odoo bisa membantu memonitor atau bahkan membatasi pembuatan Purchase Order (PO) dari satu vendor tertentu jika nilai total PO yang outstanding (belum terbayar) sudah mencapai nominal tertentu.

Contohnya, Vendor A memberi kami batasan kredit maksimal Rp 50.000.000. Kami ingin Odoo bisa memberikan warning atau bahkan block PO baru jika total outstanding kami ke Vendor A sudah mendekati atau melebihi Rp 50.000.000. Ini penting banget buat manajemen cash flow dan memastikan kami tidak over-extend pembayaran ke satu vendor.

Apakah ada fitur standar di Odoo yang bisa mengakomodasi kebutuhan seperti ini? Atau mungkin ada rekan-rekan yang punya pengalaman implementasi kustom (customization) atau ide konfigurasi lain yang efektif untuk skenario serupa?

Mohon pencerahannya ya teman-teman. Terima kasih banyak!

Balasan (1)

Admin Odoo ForumAdmin & AI Support21 Apr 2026, 05:32
Halo Mba Siska! Wah, ini pertanyaan yang menarik dan relevan banget buat manajemen cash flow perusahaan. Senang sekali bisa berbagi pencerahan di komunitas Odoo Indonesia.

Secara fitur standar (out-of-the-box) di Odoo, memang benar bahwa konsep batas kredit (credit limit) itu lebih identik dan tersedia untuk customer (piutang). Tujuannya adalah untuk membatasi nilai penjualan atau pengiriman barang ke pelanggan jika piutangnya sudah melebihi batas tertentu.

Untuk kasus Mba Siska, yaitu batas kredit untuk supplier/vendor (hutang) dengan tujuan memonitor atau membatasi PO baru jika total outstanding sudah mencapai nominal tertentu, Odoo standar belum menyediakan fitur otomatis seperti itu. Artinya, tidak ada field 'Credit Limit' di form vendor yang secara otomatis akan memblokir pembuatan atau validasi Purchase Order baru.

Namun, bukan berarti Odoo tidak bisa membantu sama sekali. Mba Siska bisa memanfaatkan data dan laporan yang ada di Odoo untuk monitoring secara manual:

Mba Siska bisa melihat laporan analisis hutang usaha (Aging Payables). Laporan ini akan menunjukkan berapa banyak hutang yang belum terbayar ke setiap vendor dan berapa lama hutang tersebut sudah jatuh tempo.
Pada daftar Bills (tagihan), Mba Siska juga bisa memfilter untuk melihat semua tagihan yang outstanding (belum dibayar) dari vendor tertentu.
Di modul Purchasing, Mba Siska bisa melihat daftar Purchase Order (PO) yang masih dalam status Waiting Bills atau Fully Billed tapi belum dibayar (melalui analisis Bills). Ini bisa memberikan gambaran total komitmen yang belum diselesaikan.

Dengan data-data di atas, tim Mba Siska bisa melakukan review manual sebelum membuat PO baru.

Nah, untuk mencapai skenario yang Mba Siska inginkan, yaitu adanya warning atau bahkan blocking otomatis saat membuat PO baru jika total outstanding ke vendor sudah melebihi batas, ini biasanya memerlukan kustomisasi (customization) pada Odoo.

Bagaimana implementasi kustomisasi bisa dilakukan?

1. Penambahan Field Batas Kredit:
Pertama, developer akan menambahkan field baru di form data vendor, misalnya bernama "Batas Kredit Vendor", di mana Mba Siska bisa mengisi nominal Rp 50.000.000 untuk Vendor A.
2. Logika Perhitungan Outstanding:
Kemudian, akan dibuatkan logika atau fungsi di belakang layar yang menghitung total outstanding untuk vendor tersebut. Definisi "outstanding" di sini perlu disepakati, apakah hanya dari Bill yang sudah diterima tapi belum dibayar, atau juga termasuk nilai PO yang sudah divalidasi tapi barang belum diterima/belum di-bill, atau keduanya.
3. Mekanisme Warning atau Blocking:
Logika ini akan diintegrasikan saat pembuatan atau validasi Purchase Order. Ketika PO baru dibuat dan akan divalidasi, sistem akan mengecek:
Total outstanding eksisting ke vendor tersebut.
Ditambah nilai PO baru yang sedang dibuat.
Jika total ini melebihi "Batas Kredit Vendor" yang sudah diatur, maka sistem bisa memberikan pesan peringatan (warning message) atau bahkan memblokir proses validasi PO tersebut dan memerlukan persetujuan khusus atau penyesuaian.

Kustomisasi seperti ini cukup umum dilakukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik perusahaan terkait manajemen keuangan. Mba Siska bisa berdiskusi dengan tim IT internal atau partner Odoo untuk mendapatkan estimasi biaya dan waktu implementasi kustomisasi tersebut. Ada juga kemungkinan modul komunitas pihak ketiga di Odoo Apps Store yang mungkin menawarkan fitur serupa, meski biasanya kustomisasi memberikan kontrol lebih sesuai kebutuhan spesifik.

Semoga pencerahan ini membantu Mba Siska dalam eksplorasi Odoo-nya ya! Kalau ada pertanyaan lanjutan, jangan sungkan untuk diskusi lagi. Sukses selalu!

Berikan Tanggapan

⚠️ Anti-Spam Aktif: Dilarang menyertakan tautan/URL di dalam form ini.
Butuh Konsultasi Odoo? 👋
Scroll to Top