Odoo ERP: Mohon Petunjuk, Cara Efektif Membuat Kategori Produk
Diposting pada 13 Jun 2026, 19:54
Ditanyakan oleh: Maya
Halo rekan-rekan praktisi Odoo di sini!
Saya Maya dari PT Solusi Jaya Abadi, kebetulan baru setahun ini kami full pakai Odoo ERP (kebetulan kami pakai Odoo versi 16). Saat ini saya lagi ditugaskan untuk merapikan dan membuat struktur Kategori Produk yang baru.
Nah, jujur saya masih agak bingung nih untuk langkah-langkah paling ideal dalam membuat Kategori Produk di Odoo. Selama ini mungkin sudah ada yang bikin, tapi kurang terstruktur dengan baik, jadi laporannya agak berantakan.
Pertanyaan saya:
1. Biasanya, dari modul apa ya kita mulai untuk membuat atau mengelola Kategori Produk ini? Apakah via menu Inventory > Configuration > Product Categories?
2. Adakah semacam "best practice" dalam menyusun hierarki Kategori Produk ini, terutama agar nanti laporan stok, penjualan, atau bahkan perhitungan HPP-nya jadi lebih mudah dan akurat?
3. Apakah ada hal-hal yang perlu diperhatikan terkait dampaknya ke inventori, akuntansi (khususnya untuk metode biaya seperti Average Cost/FIFO), atau mungkin ke alur penjualan/pembelian?
Saya pengennya bikin strukturnya rapi dari awal biar ga bolak-balik revisi dan bisa support laporan yang proper. Mohon pencerahannya ya teman-teman yang sudah lebih expert. Terima kasih banyak sebelumnya!
Admin Odoo ForumAdmin & AI Support13 Jun 2026, 19:54
Halo Mba Maya dari PT Solusi Jaya Abadi! Senang sekali bisa bantu di sini. Wah, Odoo versi 16, cakep banget! Memang benar banget, struktur kategori produk itu pondasi yang krusial agar semua laporan di Odoo bisa rapi dan akurat. Jangan khawatir, banyak kok yang awalnya agak bingung, nanti kita kupas tuntas ya.
Yuk, langsung saja kita bahas pertanyaan Mba Maya satu per satu:
1. Biasanya, dari modul apa ya kita mulai untuk membuat atau mengelola Kategori Produk ini? Apakah via menu Inventory > Configuration > Product Categories?
Betul sekali, Mba Maya! Titik awal yang paling ideal dan sering digunakan untuk mengelola Kategori Produk adalah dari modul Inventory. Mba bisa akses melalui menu: Inventory > Configuration > Product Categories.
Namun, kategori produk ini sifatnya fundamental, jadi Mba juga bisa mengaksesnya dari modul lain yang terkait, misalnya dari modul Sales > Configuration > Product Categories atau Purchase > Configuration > Product Categories. Intinya, semua akan mengarah ke daftar kategori produk yang sama kok. Jadi, langkah Mba sudah tepat.
2. Adakah semacam "best practice" dalam menyusun hierarki Kategori Produk ini, terutama agar nanti laporan stok, penjualan, atau bahkan perhitungan HPP-nya jadi lebih mudah dan akurat?
Tentu saja ada, Mba! Ini dia beberapa "best practice" yang bisa Mba terapkan agar hierarki kategori produk di Odoo Mba jadi rapi dan fungsional:
Mulai dari yang Umum ke Spesifik (Parent-Child): Pikirkan kategori produk sebagai pohon keluarga. Mulai dari cabang yang paling besar (kategori induk) lalu pecah menjadi anak kategori yang lebih spesifik.
Contoh:
Elektronik (Induk)
Laptop (Anak dari Elektronik)
Laptop Gaming (Anak dari Laptop)
Laptop Bisnis (Anak dari Laptop)
Smartphone (Anak dari Elektronik)
Android (Anak dari Smartphone)
iOS (Anak dari Smartphone)
Pakaian (Induk)
Atasan (Anak dari Pakaian)
Kemeja Pria (Anak dari Atasan)
Blouse Wanita (Anak dari Atasan)
Bawahan (Anak dari Pakaian)
Jaga Keseimbangan Granularitas: Jangan terlalu umum (semua jadi satu kategori "Produk") dan jangan juga terlalu spesifik sampai setiap produk punya kategorinya sendiri. Cari titik tengah yang memudahkan identifikasi dan pelaporan. Umumnya, 2-4 level hierarki itu sudah cukup.
Konsistensi Penamaan: Gunakan konvensi penamaan yang jelas dan konsisten. Hindari singkatan yang membingungkan atau variasi ejaan. Ini penting agar tim Mba tidak bingung saat memilih kategori produk.
Fokus pada Laporan: Saat membuat kategori, selalu bayangkan "Laporan apa yang ingin saya dapatkan dari kategori ini?". Apakah Mba ingin melihat penjualan per jenis laptop? Atau HPP per kategori pakaian? Dengan begitu, Mba bisa mendesain kategori yang memang mendukung kebutuhan laporan Mba.
Pertimbangkan Atribut Produk Utama: Kategori yang baik seringkali didasarkan pada atribut kunci produk, seperti jenis bahan, fungsi, merek, atau area penggunaan.
Review Berkala: Meskipun Mba ingin rapi dari awal, bukan berarti tidak bisa diubah. Lakukan review berkala (misal: setiap 6 bulan atau setahun sekali) untuk menyesuaikan jika ada produk baru atau perubahan strategi bisnis.
Dengan hierarki yang rapi, nanti Mba akan lebih mudah saat filter laporan penjualan berdasarkan kategori, melihat nilai stok per kategori, dan bahkan menganalisis profitabilitas HPP yang lebih akurat.
3. Apakah ada hal-hal yang perlu diperhatikan terkait dampaknya ke inventori, akuntansi (khususnya untuk metode biaya seperti Average Cost/FIFO), atau mungkin ke alur penjualan/pembelian?
Ini pertanyaan yang sangat penting, Mba! Kategori produk di Odoo itu lebih dari sekadar pengelompokan nama, tapi juga membawa "DNA" dan konfigurasi penting yang akan berdampak pada modul lain.
Dampak ke Inventori:
Inventory Valuation: Mba bisa mengatur metode penilaian inventori di level kategori. Pilihan Automated (rekomendasi untuk akurasi dan laporan real-time) atau Manual. Jika Automated, Odoo akan secara otomatis membuat entri jurnal akuntansi saat terjadi transaksi inventori.
Removal Strategy: Di kategori produk, Mba bisa menetapkan strategi penghapusan stok seperti FIFO (First-In, First-Out) atau LIFO (Last-In, First-Out). Ini akan memengaruhi bagaimana Odoo memilih produk secara fisik saat pengiriman.
Routes: Mba bisa menetapkan rute inventori default (misal: Buy, Make to Order, Manufacture) di kategori produk. Ini akan mempermudah saat membuat produk baru.
Dampak ke Akuntansi (Ini yang Paling Krusial!):
Costing Method: Ini adalah salah satu pengaturan terpenting di kategori produk. Mba bisa memilih Standard Price, Average Cost (AVCO), atau FIFO.
FIFO (First-In, First-Out): Biaya produk yang pertama masuk adalah yang pertama diakui sebagai HPP saat produk terjual. Cocok untuk produk dengan harga fluktuatif atau produk yang memiliki masa kadaluarsa.
Average Cost (AVCO): Biaya produk dihitung rata-rata dari semua pembelian yang masuk. Setiap kali ada pembelian baru, rata-rata akan dihitung ulang. Ini sering digunakan untuk produk dengan volume tinggi dan harga yang relatif stabil.
Pemilihan metode biaya ini akan sangat memengaruhi nilai inventori yang tercatat di neraca dan HPP (Cost of Goods Sold) yang tercatat di laporan laba rugi. Penting untuk memilih yang paling sesuai dengan kebijakan akuntansi perusahaan Mba.
Stock Accounts (Input, Output, Valuation): Di setiap kategori produk, Mba wajib menentukan akun-akun akuntansi yang akan digunakan untuk transaksi inventori (misal: akun persediaan, akun biaya persediaan). Akun-akun ini akan menjadi default untuk produk-produk di bawah kategori tersebut.
Price Difference Account: Akun ini digunakan Odoo untuk mencatat perbedaan harga antara harga beli yang sebenarnya dan nilai persediaan yang dihitung oleh metode biaya (misal, jika ada selisih saat menggunakan Standard Price).
Dampak ke Alur Penjualan/Pembelian:
Reporting Dimension: Kategori produk menjadi dimensi penting untuk menganalisis laporan penjualan dan pembelian. Mba bisa melihat "penjualan terbanyak per kategori" atau "pembelian per kategori vendor".
Default Accounts: Seperti halnya inventori, kategori produk juga bisa menjadi sumber default untuk akun penjualan atau pembelian tertentu, meskipun ini biasanya lebih sering diatur di level produk atau di konfigurasi umum.
Automasi: Dengan kategori yang rapi, Odoo bisa lebih mudah dioptimalkan untuk aturan harga, diskon, atau bahkan promo yang berdasarkan kategori produk.
Mba Maya, saran saya, sebelum mulai membuat atau merapikan, duduk bareng dengan tim yang terkait (akuntansi, gudang, penjualan) untuk menyepakati struktur kategori yang paling ideal. Diskusikan juga dampak dari pemilihan metode biaya dan akun-akun akuntansi di kategori produk.
Dengan perencanaan yang matang, dijamin laporan Mba nantinya akan proper dan Mba tidak perlu bolak-balik revisi!
Semoga penjelasan ini membantu dan sukses selalu ya, Mba Maya! Jika ada pertanyaan lain, jangan sungkan untuk bertanya lagi di Komunitas Odoo Indonesia!