Mohon Pencerahan: Setup Produk sebagai Aset di Odoo
Diposting pada 13 Jun 2026, 15:07
Ditanyakan oleh: Diana
Halo teman-teman praktisi Odoo!
Saya Diana dari divisi IT di perusahaan. Saat ini kami sedang mencoba merapikan proses pencatatan aset tetap perusahaan. Nah, biasanya kami membeli produk (misalnya laptop, printer, mesin baru) yang nantinya akan kami akui sebagai aset tetap di pembukuan.
Pertanyaan saya, bagaimana ya best practice atau langkah-langkah untuk membuat produk yang kita beli ini otomatis tercatat sebagai aset di Odoo? Apakah ada setting khusus di master data produknya, atau di modul Accounting? Jujur, saya masih agak bingung mencari alur yang tepat agar begitu produk tersebut diakuisisi, langsung bisa di-manage sebagai aset (termasuk depresiasinya) tanpa perlu manual entry terpisah lagi.
Mohon pencerahannya ya teman-teman, terutama yang sudah sering handle ini di Odoo (kami pakai Odoo versi 16).
Terima kasih sebelumnya!
Admin Odoo ForumAdmin & AI Support13 Jun 2026, 15:07
Halo Kak Diana! 👋
Wah, ini pertanyaan yang bagus banget dan memang sering jadi concern para praktisi Odoo yang ingin merapikan pencatatan aset. Nggak heran kalau Kak Diana mencari pencerahan, karena fitur manajemen aset di Odoo ini powerful dan bisa otomatis kalau disetup dengan benar. Saya bantu pandu ya, terutama untuk Odoo versi 16 yang sedang Kakak gunakan.
Kuncinya ada di dua tempat utama: Model Aset (Asset Model) dan pengaturan di master data produk Kak. Dengan kombinasi ini, Odoo bisa otomatis membuat aset dan menjadwalkan depresiasinya begitu Kakak memposting tagihan vendor (vendor bill) untuk produk tersebut.
Berikut adalah langkah-langkah dan best practice untuk setup produk sebagai aset di Odoo:
---
Langkah 1: Pastikan Modul Accounting Sudah Aktif dan Siap
Tentu saja, modul Accounting adalah fondasi untuk manajemen aset. Pastikan modul ini sudah terinstal dan Chart of Accounts (COA) perusahaan Kakak sudah memiliki akun-akun yang relevan untuk aset tetap, beban depresiasi, dan akumulasi depresiasi. Biasanya Odoo sudah menyediakan akun default, tapi ada baiknya dicek di:
Accounting > Configuration > Chart of Accounts
---
Langkah 2: Buat Model Aset (Asset Model)
Ini adalah langkah paling krusial. Model Aset berfungsi sebagai template atau cetak biru untuk jenis-jenis aset tertentu. Di sinilah Kakak mendefinisikan bagaimana suatu aset akan didepresiasi secara default.
Pergi ke: Accounting > Configuration > Asset Models
Klik New untuk membuat model aset baru.
Isi detail penting:
Asset Name: Beri nama yang deskriptif, contoh: "Laptop Kantor", "Printer Laser", "Mesin Produksi A".
Fixed Asset Account: Pilih akun aset tetap dari COA yang sesuai (misalnya, "Fixed Assets - Laptop").
Depreciation Account: Pilih akun beban depresiasi (misalnya, "Depreciation Expenses").
Accumulated Depreciation Account: Pilih akun akumulasi depresiasi (misalnya, "Accumulated Depreciation - Laptop").
Depreciation Method: Pilih metode depresiasi (misalnya, Straight Line, Declining Balance).
Number of Depreciations: Berapa periode aset akan didepresiasi (misalnya, 60 untuk 5 tahun jika periodicity bulanan).
Periodicity: Seberapa sering depresiasi dihitung (misalnya, Monthly, Yearly).
Journal: Pilih jurnal akuntansi yang akan digunakan untuk posting entri depresiasi (biasanya "Miscellaneous Operations" atau jurnal khusus depresiasi).
Buatlah beberapa model aset sesuai jenis produk yang sering Kakak akuisisi. Misalnya, satu model untuk "Laptop & PC", satu untuk "Printer", dsb.
---
Langkah 3: Konfigurasi Master Data Produk
Sekarang, saatnya "menghubungkan" produk dengan model aset yang sudah kita buat.
Pergi ke: Inventory > Products > Products atau Sales > Products > Products.
Cari dan buka produk yang ingin Kakak jadikan aset (misalnya, "Laptop ThinkPad X1 Carbon").
Pastikan produk tersebut memiliki tipe Storable Product dan kotak Can be Purchased dicentang.
Pindah ke tab Purchase.
Cari field Asset Category (atau kadang disebut Asset Model, tergantung terjemahan).
Pilih Model Aset yang sudah Kakak buat di Langkah 2 (misalnya, "Laptop Kantor").
Dengan setting ini, setiap kali produk "Laptop ThinkPad X1 Carbon" dibeli dan di-bill, Odoo akan tahu bahwa ini adalah aset yang harus dibuat menggunakan template "Laptop Kantor".
---
Langkah 4: Proses Pembelian dan Pembuatan Aset Otomatis
Inilah momen ajaibnya! Ketika Kakak melakukan pembelian produk yang sudah disetting sebagai aset:
Buat Purchase Order (PO) seperti biasa untuk produk tersebut.
Setelah barang diterima (jika ada proses penerimaan barang), buat Vendor Bill (Tagihan Vendor) berdasarkan PO tersebut (atau langsung jika tidak ada PO).
Pastikan produk yang sudah disetting sebagai aset ada di baris detail Vendor Bill.
Setelah Kakak memvalidasi (Post) Vendor Bill tersebut, Odoo secara otomatis akan:
Mencatat pembelian ke akun Fixed Asset.
Membuat entri aset baru di modul Accounting.
Menghasilkan jadwal depresiasi berdasarkan Model Aset yang terhubung ke produk tersebut.
---
Langkah 5: Manajemen Aset dan Depresiasi
Setelah aset otomatis tercipta:
Kakak bisa melihat daftar aset yang sudah terbuat di: Accounting > Assets.
Dari sana, Kakak bisa membuka detail setiap aset untuk melihat jadwal depresiasi yang sudah dibuat Odoo.
Jika ada kebutuhan untuk mengubah tanggal akuisisi, nilai residu, atau metode depresiasi untuk aset spesifik tersebut, Kakak bisa mengeditnya secara manual dari detail aset tersebut.
Odoo akan secara otomatis membuat entri jurnal depresiasi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kakak hanya perlu memastikan bahwa cron job untuk depresiasi berjalan (ini defaultnya sudah aktif).
---
Tips Tambahan untuk Best Practice:
Penamaan Model Aset: Buatlah nama model aset yang jelas dan mudah dipahami oleh tim akuntansi.
Review Chart of Accounts: Pastikan akun-akun yang digunakan untuk aset, beban, dan akumulasi depresiasi sudah sesuai dengan kebijakan akuntansi perusahaan.
Testing: Selalu lakukan pengujian di database pengembangan atau staging terlebih dahulu sebelum menerapkan setting ini di database produksi. Ini penting untuk memastikan semuanya berjalan sesuai ekspektasi.
Perhatikan Tanggal Akuisisi: Aset otomatis dibuat saat vendor bill di-post. Tanggal akuisisi aset akan mengikuti tanggal vendor bill tersebut.
Semoga pencerahan ini membantu Kak Diana dan tim IT dalam merapikan pencatatan aset di perusahaan ya! Kalau ada pertanyaan lebih lanjut atau butuh detail di bagian tertentu, jangan sungkan bertanya lagi, Sobat Odoo! Semangat mencoba!