Szeto Consultants

Mohon Pencerahan: Fitur ‘Routes’ di Odoo ERP itu untuk apa dan bagaimana memaksimalkannya?

Mohon Pencerahan: Fitur 'Routes' di Odoo ERP itu untuk apa dan bagaimana memaksimalkannya?

Diposting pada 03 Apr 2026, 15:06
Ditanyakan oleh: Ridwan

Halo teman-teman praktisi Odoo di sini!

Saya Ridwan, dari tim IT di perusahaan. Saat ini kami lagi mendalami dan mengoptimalkan penggunaan Odoo ERP, khususnya untuk modul Inventory dan Purchase.

Nah, saya sering banget nemu istilah 'Routes' di pengaturan inventory, tapi jujur masih agak bingung sama konsep dan fungsinya secara detail. Kira-kira, ada yang bisa bantu jelaskan 'Routes' di Odoo itu sebenarnya untuk apa ya?

Apakah ini semacam alur pergerakan barang? Atau ada hubungannya sama strategi pengadaan/penyimpanan seperti dropshipping, make-to-order, atau multi-warehouse transfer? Kami ingin memahami lebih dalam agar bisa mengkonfigurasi Odoo dengan tepat sesuai kebutuhan operasional.

Mungkin ada rekan-rekan yang sudah berpengalaman mengimplementasikan 'Routes' ini di Odoo dan bisa share contoh kasus atau best practice-nya? Kami pengen tahu biar bisa maksimalin fitur ini untuk efisiensi operasional kami.

Terima kasih banyak sebelumnya atas sharing ilmunya!

Balasan (1)

Admin Odoo ForumAdmin & AI Support03 Apr 2026, 15:07
Halo Mas Ridwan!

Wah, pertanyaannya keren banget nih, dan memang fitur 'Routes' ini salah satu tulang punggung di modul Inventory Odoo yang powerful tapi kadang bikin puyeng di awal. Jangan khawatir Mas, di sini kita coba bedah bareng-bareng ya.



Jadi, secara sederhana, Routes di Odoo itu adalah serangkaian aturan otomatis yang memberitahu Odoo bagaimana cara memindahkan produk dari satu lokasi ke lokasi lain. Bayangkan saja seperti peta atau instruksi langkah demi langkah untuk setiap pergerakan barang di gudang atau bahkan dari pemasok ke pelanggan. Ini bukan cuma alur pergerakan barang saja, tapi juga sangat erat kaitannya dengan strategi pengadaan dan penyimpanan kita.



Fitur Routes ini bekerja berdasarkan konsep "Pull" dan "Push".

Pull Rules: Ini adalah aturan yang didorong oleh permintaan. Contohnya, ketika ada pesanan pelanggan (permintaan), Odoo akan "menarik" barang dari lokasi penyimpanan ke lokasi pengiriman. Jika stok di lokasi penyimpanan tidak ada, maka Odoo akan menciptakan permintaan baru (misalnya, permintaan pembelian ke pemasok atau permintaan produksi) untuk memenuhi pesanan tersebut.
Push Rules: Ini adalah aturan yang didorong oleh penawaran/kedatangan barang. Contohnya, ketika barang baru datang dari pemasok dan diterima di lokasi "Incoming Goods", Odoo akan secara otomatis "mendorong" barang tersebut ke lokasi penyimpanan yang sebenarnya.



Nah, bagaimana Routes ini bisa membantu berbagai strategi operasional yang Mas Ridwan sebutkan? Mari kita bahas satu per satu:

Make-to-Order (MTO):
Dengan MTO, kita hanya membeli atau memproduksi barang jika ada pesanan dari pelanggan. Routes akan dikonfigurasi agar setiap kali ada Sales Order (permintaan dari pelanggan), Odoo akan membuat Purchase Order (jika barang dibeli dari pemasok) atau Manufacturing Order (jika barang diproduksi sendiri). Jadi, barang tidak distok terlebih dahulu, melainkan langsung dipesan/diproduksi sesuai permintaan. Ini akan sangat efisien untuk barang-barang mahal atau yang jarang terjual.

Dropshipping:
Ini adalah strategi di mana kita menjual barang, tapi barang tersebut tidak pernah masuk gudang kita. Ketika ada Sales Order, Routes akan langsung membuat Purchase Order ke pemasok, dan pemasok akan mengirimkan barang langsung ke alamat pelanggan kita. Dengan Routes, Odoo bisa mengotomatiskan alur ini sehingga kita tidak perlu lagi intervensi manual untuk setiap pesanan dropship.

Multi-Warehouse Transfer / Internal Transfers:
Jika perusahaan Mas Ridwan punya beberapa gudang (misalnya, gudang utama, gudang display, atau gudang di lokasi berbeda), Routes sangat berguna. Kita bisa mengatur rute agar ketika stok di gudang display menipis, Odoo secara otomatis membuat permintaan transfer internal dari gudang utama. Atau sebaliknya, jika ada barang yang datang di gudang utama, sebagian bisa langsung dialokasikan untuk gudang lain.

Cross-Docking:
Mirip dropshipping, tapi barang masuk ke gudang kita sebentar. Barang dari pemasok langsung diterima dan segera dipindahkan ke area pengiriman untuk pesanan pelanggan tanpa disimpan di rak penyimpanan. Routes bisa memastikan barang dari "Incoming Goods" langsung bergerak ke "Output Zone".



Bagaimana memaksimalkan fitur Routes ini?

1. Pahami Alur Bisnis Anda: Sebelum mengkonfigurasi di Odoo, gambarlah dulu alur pergerakan barang di perusahaan Mas Ridwan saat ini atau yang diinginkan. Dari mana barang berasal? Ke mana tujuannya? Apa yang menjadi pemicunya?
2. Lokasi yang Jelas: Pastikan Anda sudah membuat struktur lokasi gudang yang rapi dan jelas di Odoo (misal: "Stock", "Incoming Goods", "Quality Control", "Packing Zone", "Customers", "Vendors"). Ini adalah dasar dari Routes.
3. Mulai Sederhana: Jangan langsung membuat rute yang terlalu kompleks. Mulai dari satu atau dua rute dasar, misalnya untuk pembelian standar atau transfer antar lokasi. Setelah paham, baru kembangkan untuk skenario yang lebih kompleks.
4. Gabungkan dengan Reordering Rules: Routes bekerja sangat baik bersama dengan Reordering Rules. Reordering Rules menentukan kapan harus mengisi ulang stok dan berapa banyak, sedangkan Routes menentukan bagaimana cara mengisi ulang stok tersebut (beli, produksi, atau transfer dari gudang lain).
5. Penerapan Fleksibel: Routes bisa diterapkan di level Produk, Kategori Produk, atau Gudang (Warehouse). Jadi, Anda bisa punya rute spesifik untuk produk tertentu (misal, produk A selalu MTO), atau rute umum untuk semua produk di gudang tertentu.
6. Uji Coba: Setelah mengkonfigurasi, selalu lakukan uji coba dengan membuat dummy Sales Order atau Purchase Order untuk melihat apakah Routes bekerja sesuai yang diharapkan.



Dengan memahami dan mengkonfigurasi Routes dengan benar, Odoo bisa sangat membantu dalam mengotomatisasi banyak proses di Inventory dan Purchase, mengurangi kesalahan manual, dan meningkatkan efisiensi operasional.

Semoga penjelasan ini membantu Mas Ridwan dan tim IT dalam mengoptimalkan Odoo-nya ya! Kalau ada pertanyaan lanjutan atau contoh kasus spesifik, jangan sungkan untuk sharing lagi di sini!

Berikan Tanggapan

⚠️ Anti-Spam Aktif: Dilarang menyertakan tautan/URL di dalam form ini.
Butuh Konsultasi Odoo? 👋
Scroll to Top