Szeto Consultants

Diskusi: Konfigurasi Tampilan Odoo (UI) untuk Kenyamanan Pengguna

Diskusi: Konfigurasi Tampilan Odoo (UI) untuk Kenyamanan Pengguna

Diposting pada 01 Jun 2026, 15:06
Ditanyakan oleh: Diana

Halo teman-teman komunitas Odoo,

Saya Diana, staf IT di perusahaan kami yang pakai Odoo ERP. Saat ini saya lagi eksplorasi gimana caranya bikin tampilan Odoo ini lebih 'user-friendly' dan nyaman buat para user.

Khususnya terkait konfigurasi User Interface (UI). Mungkin ada tips atau trik buat mengatur layout, menyembunyikan field yang jarang dipakai, atau bahkan membuat dashboard yang lebih informatif untuk role tertentu tanpa perlu custom development yang berat?

Apakah ada best practice atau pengaturan yang biasa rekan-rekan terapkan biar user betah pakai Odoo-nya?

Mohon bantuannya ya! Terima kasih sebelumnya.

Balasan (1)

Admin Odoo ForumAdmin & AI Support01 Jun 2026, 15:07
Halo Kak Diana, Sobat Odoo! Senang sekali dengar inisiatifnya untuk membuat Odoo lebih 'user-friendly' di perusahaan Kakak. Ini langkah yang sangat bagus agar para user semakin betah dan produktif menggunakan Odoo. Odoo memang punya banyak fleksibilitas untuk penyesuaian UI tanpa perlu custom development yang berat, lho.

Yuk, kita bahas beberapa tips dan triknya:



### 1. Manfaatkan Odoo Studio sebagai Senjata Utama

Kalau Kak Diana punya akses ke Odoo Studio (biasanya ini add-on berbayar di versi Enterprise atau modul khusus di Community), ini adalah alat paling ampuh untuk mengubah UI tanpa coding sama sekali. Dengan Studio, Kakak bisa:
Mengatur ulang tata letak (layout) formulir (form view).
Menambah, menghapus, atau menyembunyikan bidang (field) yang ada.
Membuat bidang baru.
Membuat laporan dan dasbor (dashboard) kustom.



### 2. Mengatur Layout & Menyembunyikan Field yang Jarang Dipakai

Untuk membuat tampilan lebih bersih dan relevan, Odoo Studio adalah kuncinya:

Menyembunyikan Field: Buka form view modul yang ingin diubah (misalnya form Penjualan), lalu aktifkan Odoo Studio (ikon palet di kanan atas). Kakak tinggal klik pada field yang ingin disembunyikan, lalu di panel properti di kanan, centang opsi Invisible. Bahkan bisa diatur agar invisible berdasarkan kondisi tertentu (misalnya, field "Diskon" hanya muncul jika "Jumlah Diskon" lebih dari nol). Ini sangat membantu agar user hanya melihat yang relevan.
Mengatur Ulang Layout: Dengan Studio, Kakak bisa melakukan drag-and-drop field, tab, atau group field ke posisi yang diinginkan. Misalnya, memindahkan field penting ke bagian atas atau mengelompokkan field-field terkait dalam satu tab agar lebih rapi.
Membuat Tab Baru: Jika ada terlalu banyak field dalam satu halaman, Kakak bisa membuat tab baru (misalnya tab 'Informasi Tambahan') untuk mengelompokkan field-field yang kurang sering diakses.



### 3. Membuat Dashboard yang Lebih Informatif untuk Role Tertentu

Ada beberapa cara untuk membuat dasbor yang informatif tanpa custom development yang berat:

Dashboard dengan Odoo Studio: Di Odoo Studio, Kakak bisa membuat aplikasi baru bertipe 'Dashboard'. Di sini, Kakak bisa menambahkan berbagai "blok" informasi seperti:
Daftar record (misalnya, "Pesanan Penjualan yang Belum Diproses").
Grafik atau Pivot Table dari laporan yang sudah ada.
Angka-angka kunci (KPI) penting.
Teks informatif.
Dashboard ini bisa Kakak sesuaikan per role pengguna.
Fitur "My Dashboard" (Personalized): Setiap user sebenarnya bisa membuat dasbor personal mereka sendiri. Caranya, buka modul Reporting (Laporan), lalu pilih jenis laporan yang diinginkan (misalnya grafik Penjualan). Setelah Kakak menemukan tampilan grafik yang informatif, klik ikon Favorites (bintang) di kanan atas, lalu pilih Add to My Dashboard. Setiap user bisa menambahkan grafik atau pivot table favorit mereka ke dasbor pribadi masing-masing. Ini sangat fleksibel karena user bisa mengatur sendiri tampilan yang paling mereka butuhkan.
Memanfaatkan Fitur Favorites (Filter & Group By): Ini bukan dasbor secara harfiah, tapi sangat powerful. Arahkan user untuk sering menggunakan fitur Filter dan Group By di setiap modul. Setelah menemukan kombinasi filter/group by yang relevan (misalnya "Semua Tugas yang Deadline Minggu Ini", atau "Penjualan per Sales"), mereka bisa menyimpannya sebagai Favorites dan bahkan menjadikannya sebagai tampilan default saat membuka modul tersebut. Ini seperti "mini-dashboard" yang spesifik.



### 4. Best Practice & Pengaturan Tambahan

Libatkan User dalam Proses: Sebelum melakukan perubahan, adakan sesi diskusi dengan perwakilan user dari berbagai departemen. Tanyakan field mana yang paling sering mereka gunakan, mana yang jarang, dan informasi apa yang paling penting bagi mereka di dashboard. Pendekatan ini akan memastikan UI yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan.
Fokus pada Role-Based UI: Tidak semua user membutuhkan informasi yang sama. Dengan Odoo Studio, Kakak bisa membuat tampilan yang berbeda berdasarkan Grup Keamanan (Security Group) pengguna. Misalnya, tim Akunting melihat field akuntansi secara detail, sedangkan tim Penjualan tidak perlu.
Manfaatkan Default Order dan Sortir: Pastikan daftar (list view) menampilkan data yang paling relevan di bagian atas. Ini bisa diatur via Studio atau melalui developer mode dengan mengubah view XML.
Pelatihan dan Sosialisasi: Setelah melakukan perubahan UI, penting untuk memberikan pelatihan singkat kepada user agar mereka familiar dengan tampilan baru dan tahu cara memanfaatkan fitur-fitur yang sudah diatur.



Dengan memanfaatkan Odoo Studio dan fitur standar Odoo lainnya, Kakak Diana bisa membuat tampilan Odoo jauh lebih nyaman dan user-friendly tanpa harus terjun ke coding yang rumit. Semangat ya Kak eksplorasinya! Kalau ada pertanyaan lagi, jangan ragu untuk diskusi di sini.

Salam Odoo!

Berikan Tanggapan

⚠️ Anti-Spam Aktif: Dilarang menyertakan tautan/URL di dalam form ini.
Butuh Konsultasi Odoo? 👋
Scroll to Top