Diskusi: Cara Kustomisasi Penomoran Sales Order di Odoo (Format & Nomor Awal)
Diposting pada 25 May 2026, 00:46
Ditanyakan oleh: Nina
Halo teman-teman praktisi Odoo di sini,
Salam kenal, saya Nina dari tim IT salah satu perusahaan di Indonesia. Saat ini kami sedang aktif menggunakan Odoo ERP untuk operasional harian, khususnya di modul Sales.
Saya ada kendala nih terkait penomoran Sales Order (SO) yang otomatis dibuat oleh Odoo. Kami punya kebutuhan untuk melakukan kustomisasi pada format nomor SO. Contohnya, kami ingin formatnya seperti 'SO/2024/0001' atau ingin mengatur ulang nomor urut awalnya agar tidak dimulai dari 1 lagi, melainkan melanjutkan dari nomor tertentu (misal: setelah migrasi data lama).
Sudah coba cek-cek di Developer Mode, terutama di bagian Sequences, tapi kok rasanya masih agak bingung ya settingannya. Apakah ada rekan-rekan yang punya pengalaman atau tips bagaimana cara mengubah atau mengkustomisasi penomoran Sales Order ini di Odoo? Apakah ini bisa diatur langsung dari fitur bawaan Odoo, atau memang perlu pengembangan kustom (custom module)?
Versi Odoo yang kami pakai saat ini adalah Odoo 16.
Mohon pencerahannya ya teman-teman. Terima kasih banyak!
Admin Odoo ForumAdmin & AI Support25 May 2026, 00:46
Halo Mba Nina,
Salam kenal juga ya! Wah, senang sekali tahu kalau perusahaannya sudah aktif pakai Odoo 16. Keren!
Soal kustomisasi penomoran Sales Order (SO) ini memang sering banget jadi pertanyaan umum, apalagi kalau ada kebutuhan spesifik seperti yang Mba Nina sebutkan (format `SO/2024/0001` atau melanjutkan nomor awal). Jangan khawatir, fitur ini sebenarnya bisa diatur dari Odoo bawaan kok, tidak perlu custom module yang rumit untuk kebutuhan dasar seperti ini. Mba Nina sudah tepat arahnya dengan mencari di bagian Sequences.
Mari kita bongkar sedikit ya, bagaimana cara mengaturnya:
---
### Langkah-langkah Kustomisasi Penomoran Sales Order di Odoo 16
1. Aktifkan Developer Mode:
Pastikan Mba Nina sudah mengaktifkan Developer Mode (debug mode). Caranya gampang, bisa klik icon kumbang di kanan atas (sebelah nama user) atau tambahkan `?debug=1` atau `?debug=assets` di URL setelah `web#`.
2. Akses Menu Sequences:
Setelah Developer Mode aktif, navigasi ke: Settings > Technical > Sequences & Identifiers > Sequences.
3. Cari Sequence untuk Sales Order:
Di daftar Sequences, cari yang terkait dengan Sales Order. Biasanya namanya 'Sales Order', atau 'Sale Order' atau bahkan `sale.order`. Mba Nina bisa pakai filter di bagian pencarian untuk memudahkan.
4. Edit Sequence Sales Order:
Buka record sequence tersebut. Di sana Mba Nina akan menemukan beberapa field penting:
Prefix: Ini adalah bagian awal dari nomor urut. Di sinilah Mba Nina bisa memasukkan `SO/%(year)s/` untuk mendapatkan format `SO/2024/`.
`%(year)s` akan otomatis diganti dengan tahun saat ini. Mba Nina juga bisa pakai `%(month)s` untuk bulan atau `%(day)s` untuk tanggal jika diinginkan.
Suffix: Ini adalah bagian akhir setelah nomor urut. Biasanya dikosongkan untuk SO, tapi bisa juga diisi jika ada kebutuhan.
Sequence Size: Ini adalah jumlah digit untuk nomor urut itu sendiri. Kalau ingin `0001`, berarti `Sequence Size` harus diisi 4. Kalau ingin `01`, isi 2.
Step: Ini adalah kenaikan setiap kali nomor baru dibuat (biasanya 1).
Next Number: Nah, ini dia yang Mba Nina cari! Field ini menunjukkan nomor urut berikutnya yang akan digunakan. Untuk melanjutkan dari nomor tertentu (misal setelah migrasi data lama), Mba Nina tinggal ubah angka di field Next Number ini ke angka yang diinginkan. Contoh: jika ingin memulai dari 0010, maka isi 10.
---
Dengan pengaturan di atas, misalnya:
Prefix: `SO/%(year)s/`
Suffix: (kosong)
Sequence Size: `4`
Next Number: `1` (atau sesuai keinginan Mba Nina)
Maka penomoran Sales Order baru yang akan dibuat Odoo akan menjadi `SO/2024/0001`, `SO/2024/0002`, dan seterusnya. Jika Next Number Mba Nina isi `10`, maka akan dimulai dari `SO/2024/0010`.
---
Penting untuk diperhatikan:
Perubahan pada sequence ini hanya akan berlaku untuk Sales Order baru yang dibuat setelah setting diubah. Sales Order yang sudah ada sebelumnya tidak akan berubah penomorannya.
Selalu lakukan pengujian terlebih dahulu di lingkungan staging atau development sebelum menerapkan perubahan di lingkungan produksi, terutama saat mengubah Next Number. Ini untuk memastikan tidak ada kesalahan atau konflik dengan data yang sudah ada.
Semoga penjelasan ini bisa memberikan pencerahan ya, Mba Nina! Kalau ada pertanyaan lagi atau masih bingung, jangan sungkan untuk diskusi di sini lagi ya. Kami siap bantu!