Halo Kak Siska! Selamat datang di komunitas Odoo Indonesia. Wah, senang sekali mendengar kantor Kak Siska makin intens pakai Odoo dan merasakan fleksibilitasnya. Itu poin plus banget dari Odoo memang.
Pertanyaan Kak Siska ini justru bagus banget lho, fundamental tapi seringkali bikin penasaran. Jangan malu bertanya, karena ini penting untuk memahami ekosistem Odoo secara keseluruhan!
Oke, langsung saja ya. Jadi, sebenarnya Odoo itu dikembangkan dan dikelola oleh sebuah perusahaan yang bernama
Odoo S.A.. Betul sekali, ada entitas korporat di balik pengembangan inti Odoo ini.
Odoo S.A. ini adalah perusahaan Belgia yang didirikan oleh
Fabien Pinckaers. Beliau adalah founder dan CEO dari Odoo. Awalnya, proyek ini dikenal dengan nama
TinyERP, kemudian berganti nama menjadi
OpenERP, dan akhirnya menjadi
Odoo seperti yang kita kenal sekarang.
Jadi, bukan murni dikelola komunitas open source tanpa pengelola pusat, Kak Siska. Justru
Odoo S.A. yang bertanggung jawab penuh atas
roadmap pengembangan,
rilis-rilis baru (seperti Odoo 15, 16, 17, dst.), serta fitur-fitur utama di dalamnya. Mereka adalah "otak" di balik inovasi dan arah Odoo.
Lalu bagaimana dengan aspek open source-nya? Nah, ini menariknya.
Odoo S.A. merilis dua edisi utama:
- Odoo Community: Ini adalah versi open source yang lisensinya LGPLv3. Kode sumbernya bisa diakses, dimodifikasi, dan digunakan secara bebas. Komunitas Odoo di seluruh dunia juga berkontribusi dalam mengembangkan modul-modul tambahan di atas versi Community ini.
- Odoo Enterprise: Ini adalah versi berbayar yang dikembangkan oleh Odoo S.A.. Odoo Enterprise mencakup semua fitur dari Odoo Community, ditambah dengan fitur-fitur eksklusif yang lebih canggih (misalnya akuntansi yang lebih kompleks, integrasi dengan pembayaran tertentu, mobile app resmi, IoT, dan lain-lain), serta layanan dukungan teknis langsung dari Odoo S.A..
Jadi, perbedaan lisensi (Community vs Enterprise) yang Kak Siska sebutkan itu memang strategi dari
Odoo S.A. untuk menyeimbangkan filosofi open source dengan model bisnis yang berkelanjutan. Mereka tetap mendorong inovasi melalui versi Community yang gratis, sekaligus menawarkan solusi yang lebih komprehensif dan dukungan premium melalui versi Enterprise.
Untuk mencari tahu lebih dalam soal kebijakan lisensi, arah pengembangan fitur di masa depan, atau bahkan sekadar update informasi resmi, sumber utamanya adalah dari
Odoo S.A. itu sendiri. Mereka sering mengadakan acara seperti
Odoo Experience setiap tahun untuk memperkenalkan rilis terbaru dan visi mereka.
Semoga penjelasan ini bisa bikin Kak Siska lebih tercerahkan ya! Jangan sungkan kalau ada pertanyaan lain, kami di sini siap bantu diskusi dan berbagi ilmu. Semangat terus pakai Odoo-nya!