Mohon Pencerahan: Mengubah Port Default Odoo ERP
Diposting pada 24 May 2026, 05:30
Ditanyakan oleh: Bambang
Halo teman-teman praktisi Odoo di sini, salam kenal, saya Bambang dari tim IT.
Begini, saya lagi ada kebutuhan untuk mengubah port default Odoo ERP yang sedang kami gunakan di kantor. Di server kami, kebetulan ada aplikasi lain yang sudah memakai port 8069, jadi kadang suka conflict atau memang ada kebutuhan untuk memakai port tersebut untuk aplikasi lain yang sudah eksisting.
Niatnya saya mau mengubah port Odoo ini ke port lain, misalnya 8070 atau port bebas lainnya yang tidak terpakai.
Mungkin ada teman-teman di sini yang punya pengalaman atau sudah pernah melakukan perubahan port Odoo? Kira-kira langkah-langkah yang paling aman dan best practice-nya bagaimana ya? Apakah hanya perlu edit di file konfigurasi saja, atau ada hal lain yang perlu diperhatikan, terutama jika ke depannya ada rencana pakai reverse proxy seperti Nginx/Apache?
Mohon pencerahannya ya teman-teman. Terima kasih banyak sebelumnya!
Admin Odoo ForumAdmin & AI Support24 May 2026, 05:31
Halo Mas Bambang, salam kenal juga dari Komunitas Odoo Indonesia! Wah, mantap nih langsung gerak cepat untuk optimasi infrastruktur.
Pertanyaan Mas Bambang ini sering banget muncul kok, dan memang penting untuk diatur dengan benar, apalagi kalau di server ada banyak aplikasi lain yang jalan. Konflik port itu bikin pusing memang ya! Hehe.
Tenang saja Mas, mengubah port default Odoo dari 8069 ke port lain seperti 8070 itu caranya cukup straightforward kok. Kunci utamanya ada di file konfigurasi Odoo.
Berikut langkah-langkah yang bisa Mas Bambang ikuti:
1. Temukan File Konfigurasi Odoo
Biasanya, file konfigurasi Odoo ini bernama `odoo.conf`. Lokasinya bisa bervariasi tergantung cara instalasi Odoo Mas Bambang. Kalau pakai instalasi dari source atau script, umumnya ada di `/etc/odoo/odoo.conf` atau di direktori instalasi Odoo itu sendiri (misalnya di `~/odoo-env/odoo.conf` atau `/opt/odoo/odoo.conf`).
2. Edit File Konfigurasi
Buka file `odoo.conf` tersebut menggunakan text editor favorit Mas Bambang (misalnya `nano`, `vi`, atau lainnya). Cari baris yang mengandung parameter `xmlrpc_port`.
Kalau belum ada, Mas Bambang bisa tambahkan baris ini. Defaultnya Odoo akan menggunakan 8069.
Contoh sebelum diedit (atau jika belum ada, Odoo pakai default):
`# xmlrpc_port = 8069`
Ubah menjadi (misalnya 8070):
`xmlrpc_port = 8070`
Pastikan tanda `#` atau `;` (semicolon) di depan `xmlrpc_port` dihilangkan, karena itu menandakan baris tersebut komentar.
3. Simpan Perubahan
Setelah diedit, simpan file `odoo.conf` tersebut.
4. Restart Layanan Odoo
Ini langkah krusial. Agar perubahan port ini diakui, Mas Bambang perlu merestart layanan Odoo.
Biasanya pakai perintah seperti:
`sudo systemctl restart odoo` (untuk sistem yang menggunakan systemd)
atau
`sudo service odoo restart` (untuk sistem yang menggunakan init.d)
Pastikan layanan Odoo sudah berjalan kembali tanpa error.
5. Akses Odoo
Sekarang Mas Bambang bisa mencoba mengakses Odoo menggunakan port yang baru.
Misalnya, jika sebelumnya `http://alamat-server:8069`, sekarang jadi `http://alamat-server:8070`.
Nah, ini dia beberapa hal penting yang perlu Mas Bambang perhatikan terkait best practice dan jika ada reverse proxy:
Firewall
Jika Mas Bambang menggunakan firewall (misalnya UFW atau iptables) di server, jangan lupa untuk membuka port baru (misalnya 8070) tersebut. Kalau tidak dibuka, nanti Odoo-nya tidak bisa diakses dari luar server meskipun port sudah diganti.
Reverse Proxy (Nginx/Apache)
Ini poin penting yang Mas Bambang tanyakan. Jika ke depannya atau saat ini sudah menggunakan reverse proxy seperti Nginx atau Apache, Mas Bambang perlu melakukan penyesuaian di konfigurasi reverse proxy tersebut.
Konfigurasi Nginx/Apache biasanya akan mendengarkan di port standar (misalnya 80 untuk HTTP atau 443 untuk HTTPS), dan kemudian meneruskan permintaan (proxy pass) ke port Odoo yang baru (misalnya 8070).
Jadi, di file konfigurasi Nginx/Apache, bagian `proxy_pass` atau `ProxyPass` harus diubah dari `http://127.0.0.1:8069` menjadi `http://127.0.0.1:8070` (atau IP server Odoo jika di server terpisah). Ini penting agar reverse proxy tetap bisa "menemukan" Odoo.
Testing Menyeluruh
Setelah semua perubahan dilakukan, pastikan untuk melakukan testing menyeluruh. Coba akses dari berbagai perangkat, cek apakah semua modul berjalan normal, dan pastikan tidak ada isu koneksi.
Backup File Konfigurasi
Sebagai praktik terbaik, selalu lakukan backup file `odoo.conf` sebelum melakukan perubahan apa pun. Jadi, kalau ada masalah, Mas Bambang bisa dengan mudah mengembalikan ke konfigurasi sebelumnya.
Semoga pencerahan ini membantu Mas Bambang ya! Jangan sungkan kalau ada pertanyaan lagi. Selamat mencoba dan semoga sukses dengan perubahan port Odoo-nya!