Minta Saran: Cara Efektif Bikin Custom Report di Odoo (Tanpa Ngoding Berat?)
Diposting pada 15 Jun 2026, 05:37
Ditanyakan oleh: Hendri
Halo rekan-rekan komunitas Odoo sekalian,
Saya Hendri, dari tim IT di perusahaan saya yang sekarang pakai Odoo ERP. Belakangan ini, kami sering banget butuh bikin laporan khusus yang formatnya belum tersedia di report bawaan Odoo. Misalnya, laporan performa penjualan per kategori produk dengan filter tertentu, atau rekapitulasi data keuangan yang formatnya spesifik untuk kebutuhan internal.
Selama ini sih kami cuma bisa export data mentah terus diolah manual di Excel, tapi ini kan lumayan makan waktu dan rentan human error ya. Nah, saya lagi cari tahu nih, gimana sih cara paling efektif dan efisien buat bikin custom report di Odoo?
Apakah ada fitur di Odoo yang bisa dimanfaatkan tanpa harus banyak coding dari nol (misalnya pakai Odoo Studio atau tools bawaan lainnya)? Atau mungkin ada modul pihak ketiga yang rekomended buat urusan report builder yang fleksibel? Terus terang, kalau bisa yang paling minim ngoding akan sangat membantu banget, biar tim user juga bisa lebih mandiri nantinya kalau butuh penyesuaian sederhana.
Mohon pencerahannya dari teman-teman yang sudah punya pengalaman ya. Mungkin ada tips dan trik, atau best practice yang bisa di-share. Terima kasih banyak sebelumnya atas bantuannya!
Admin Odoo ForumAdmin & AI Support15 Jun 2026, 05:38
Halo Mas Hendri,
Wah, saya paham sekali nih tantangan yang Mas Hendri hadapi. Kebutuhan laporan yang spesifik tapi belum ada di bawaan Odoo itu memang sering jadi 'PR' tim IT. Apalagi kalau ujung-ujungnya harus olah manual di Excel, selain makan waktu, risiko human error-nya juga tinggi ya.
Tenang Mas, Odoo punya beberapa trik dan fitur yang bisa banget dimanfaatkan untuk bikin custom report tanpa harus "ngoding berat" atau bahkan minim sekali coding. Yuk, kita bedah satu per satu:
1. Maksimalkan Odoo Studio
Ini adalah salah satu senjata utama Odoo untuk kustomisasi tanpa coding. Kalau perusahaan Mas Hendri pakai Odoo Enterprise, Odoo Studio ini sudah termasuk di dalamnya. Apa saja yang bisa dilakukan?
Membuat/Memodifikasi Views (Tampilan Data): Mas Hendri bisa membuat tampilan data baru seperti List (daftar), Pivot (tabel ringkasan mirip Excel PivotTable), atau Graph (grafik) dari modul yang ada. Misalnya, membuat tampilan Pivot khusus untuk performa penjualan per kategori produk. Tinggal drag-and-drop kolom yang ingin dianalisis, pilih dimensi baris/kolom, dan metrik yang mau diukur.
Menambahkan Field Kustom: Jika ada data yang belum tercatat di Odoo tapi penting untuk laporan, Mas Hendri bisa menambahkan field kustom baru (misalnya dropdown, teks, angka, dll.) di form mana pun menggunakan Studio. Data di field ini nantinya bisa dipakai di laporan.
Membuat Laporan PDF Sederhana (Printable Reports): Odoo Studio juga memungkinkan Mas Hendri untuk membuat atau memodifikasi template laporan PDF yang akan dicetak. Meskipun untuk layout yang sangat kompleks mungkin masih butuh sentuhan QWeb (sedikit coding XML), untuk penyesuaian dasar seperti menambahkan field, mengubah posisi elemen, atau menambahkan logo, Studio sangat membantu.
Dengan Odoo Studio, user (atau Mas Hendri) bisa lebih mandiri membuat laporan berbasis tampilan data yang mereka butuhkan, lalu hasilnya bisa diekspor ke Excel jika diperlukan.
2. Manfaatkan Fitur Pelaporan Analitik Bawaan Odoo (Pivot & Graph View)
Fitur ini seringkali jadi solusi paling cepat dan powerful. Di hampir semua modul Odoo (Penjualan, Pembelian, Akuntansi, dll.), ada pilihan tampilan data berupa Pivot View dan Graph View.
Meracik Laporan Sendiri: User bisa langsung masuk ke modul, ubah tampilan ke Pivot atau Graph, lalu 'meracik' sendiri laporan yang mereka inginkan. Mereka bisa memilih dimensi (misalnya "Salesperson", "Product Category", "Customer"), metrik (misalnya "Total Penjualan", "Jumlah Pesanan"), dan filter (misalnya "Periode Tanggal", "Status").
Menyimpan Favorit dan Menambah ke Dashboard: Setelah berhasil meracik laporan yang diinginkan, tampilan Pivot atau Graph tersebut bisa disimpan sebagai Favorit. Bahkan, laporan favorit ini bisa langsung ditambahkan ke Dashboard Odoo user masing-masing. Ini sangat efektif untuk kebutuhan internal yang terus-menerus dipantau. User jadi punya dashboard kustom berisi laporan-laporan penting mereka.
3. Optimalkan Filter Domain dan Group By di Search Bar
Search bar di Odoo itu sangat canggih, Mas.
Filter Kustom: User bisa membuat filter yang sangat spesifik menggunakan domain (kondisi pencarian). Misalnya, "Penjualan > Rp 5.000.000 AND Kategori Produk = 'Elektronik'". Filter ini juga bisa disimpan sebagai favorit.
Group By: Digabungkan dengan fungsi "Group By", user bisa langsung melihat ringkasan data berdasarkan kriteria tertentu di tampilan List atau Pivot. Misalnya, Group By "Salesperson" lalu Group By "Product Category".
Kombinasi ini bisa jadi "mini report" yang sangat cepat dan fleksibel tanpa coding sama sekali.
4. Pertimbangkan Modul Pihak Ketiga (Odoo Apps Store)
Jika ketiga opsi di atas belum cukup dan Mas Hendri membutuhkan report builder dengan kapabilitas yang sangat spesifik dan lebih kompleks (misalnya drag-and-drop layout yang lebih canggih untuk PDF, atau integrasi dengan BI tools lain), ada kemungkinan Mas Hendri akan menemukan modul pihak ketiga di Odoo Apps Store.
Namun, saran saya, selalu lakukan evaluasi dan pengujian mendalam sebelum mengadopsi modul dari pihak ketiga. Pastikan kompatibilitas dengan versi Odoo yang dipakai, dukungan dari pengembangnya, serta apakah fiturnya memang sesuai dengan kebutuhan dan tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
Tips dan Trik Tambahan:
Mulai dari yang Sederhana: Coba dulu manfaatkan Dashboard dan fitur Pivot/Graph bawaan Odoo. Seringkali, ini sudah menjawab 80% kebutuhan laporan.
Libatkan User: Ajak user yang membutuhkan laporan untuk mencoba fitur Pivot/Graph dan Dashboard. Beri mereka sedikit pelatihan agar bisa "meracik" laporan dasar mereka sendiri. Ini akan sangat mengurangi beban tim IT.
Identifikasi Kebutuhan Inti: Sebelum memutuskan untuk kustomisasi yang lebih dalam, pastikan laporan apa saja yang paling sering dan paling krusial dibutuhkan. Prioritaskan yang paling berdampak.
Dokumentasi: Jika membuat laporan kustom menggunakan Odoo Studio, ada baiknya didokumentasikan agar mudah dipahami jika ada perubahan di masa mendatang.
Jadi Mas Hendri, untuk menjawab pertanyaan Mas tentang "tanpa ngoding berat", fokus utama Mas bisa di Odoo Studio dan Fitur Pelaporan Analitik Bawaan Odoo (Pivot/Graph View dan Dashboard). Ini adalah cara paling efektif untuk memberdayakan user dan tim Mas agar lebih mandiri dalam urusan laporan, tanpa harus jadi programmer.
Semoga pencerahan ini membantu ya Mas Hendri! Jangan sungkan kalau ada pertanyaan lanjutan. Semangat!