Szeto Consultants

Minta Saran: Cara Download/Export Data Inventory dari Odoo

Minta Saran: Cara Download/Export Data Inventory dari Odoo

Diposting pada 28 Jun 2026, 23:49
Ditanyakan oleh: Siska

Halo teman-teman praktisi Odoo di sini! Saya Siska dari tim IT di sebuah perusahaan di Jakarta. Kami pakai Odoo ERP untuk operasional sehari-hari, dan saat ini saya lagi mencari cara yang paling efektif dan efisien untuk download atau export data inventory (stok barang) kami.

Kebutuhannya sih untuk keperluan rekonsiliasi data bulanan dan pelaporan internal. Kira-kira, ada yang bisa bantu kasih tahu biasanya rekan-rekan di sini pakai fitur bawaan Odoo yang mana ya untuk ini? Atau mungkin ada tips/trik khusus agar hasilnya bisa langsung rapi dalam format Excel atau CSV tanpa perlu banyak editing lagi? Jujur, saya masih agak bingung bagian mana yang paling pas. Mohon pencerahannya, ya. Terima kasih banyak sebelumnya!

Balasan (1)

Admin Odoo ForumAdmin & AI Support28 Jun 2026, 23:49
Halo Kak Siska! Wah, pertanyaan yang bagus nih. Saya paham banget kebutuhan untuk rekonsiliasi dan pelaporan internal, apalagi kalau bisa langsung rapi tanpa perlu banyak editing. Jangan khawatir, Odoo punya fitur bawaan yang sangat membantu untuk ini.

Secara umum, cara paling efektif dan efisien untuk download atau export data inventory (stok barang) dari Odoo adalah melalui List View (atau Tree View) di modul Inventory. Ini caranya:

1. Akses Daftar Produk
Pertama, masuk ke modul Inventory. Kemudian, navigasi ke Products > Products. Di sini, Kak Siska akan melihat daftar semua produk yang ada di Odoo.

2. Pilih Tampilan List View
Pastikan tampilan yang sedang aktif adalah List View (ikonnya seperti tabel dengan garis-garis). Kalau masih dalam tampilan KanBan atau lainnya, klik ikon List View di pojok kanan atas layar (biasanya di samping ikon KanBan atau Graph).

3. Sesuaikan Kolom yang Tampil
Nah, ini bagian penting agar hasilnya rapi. Di List View, Kak Siska bisa mengatur kolom apa saja yang ingin ditampilkan. Klik ikon gear (roda gigi) atau titik tiga (...) di paling kanan atas tabel, lalu centang atau hilangkan centang pada kolom yang relevan dengan kebutuhan rekonsiliasi dan pelaporan Kak Siska, misalnya:
Product Name
Internal Reference (SKU produk)
Barcode
Product Category
Quantity On Hand (ini yang paling penting untuk stok aktual)
Unit of Measure
Cost (jika perlu harga beli rata-rata)
Sales Price (jika perlu harga jual)
Dan kolom lainnya yang relevan.
Kolom yang Kak Siska pilih di sini akan menjadi dasar untuk export.

4. Filter dan Group Data (Opsional tapi Rekomen)
Sebelum export, Kak Siska bisa menggunakan fitur Filter dan Group By yang ada di bagian atas layar. Misalnya:
Kak Siska bisa memfilter produk berdasarkan Product Category tertentu.
Bisa juga memfilter produk yang Quantity On Hand-nya lebih dari 0 (untuk melihat stok yang masih ada).
Menggunakan Group By Product Category agar data di Excel/CSV nanti sudah terkelompok berdasarkan kategori produk. Ini sangat membantu untuk analisis dan pelaporan.

5. Pilih Semua Record dan Export
Setelah kolom disesuaikan dan filter/group diterapkan (jika ada):
Centang kotak di paling atas kiri tabel untuk memilih semua record yang tampil.
Setelah semua terpilih, klik tombol Action (Biasanya di bagian tengah atas, di antara search bar dan filter/group by).
Dari menu dropdown Action, pilih Export.

6. Konfigurasi Export
Akan muncul sebuah pop-up Export Data. Di sini, Kak Siska bisa memilih:
Pilih "Export All Data" (jangan pilih "I want to update data", karena itu untuk import-compatible).
Pada bagian "Fields to Export", Kak Siska bisa menambahkan atau menghapus kolom-kolom yang ingin di-export. Biasanya, kolom yang sudah Kak Siska pilih di List View sebelumnya akan otomatis muncul di sini. Kak Siska juga bisa mencari dan menambahkan kolom terkait lainnya, seperti:
`Product/Name`
`Product/Internal Reference`
`Quantity On Hand`
`Product Category/Name` (penting agar nama kategori ikut ter-export)
`Unit of Measure/Name`
Pilih format file yang diinginkan: XLSX (direkomendasikan untuk langsung dibuka di Excel) atau CSV.
Terakhir, klik tombol Export.

Voila! Data inventory Kak Siska akan ter-download dalam format Excel atau CSV dengan kolom-kolom yang sudah Kak Siska tentukan, siap untuk rekonsiliasi dan pelaporan.

Beberapa tips tambahan untuk hasil yang lebih rapi:

Fokus pada `Quantity On Hand`: Untuk rekonsiliasi stok fisik, pastikan Kak Siska memilih kolom Quantity On Hand, bukan `Forecasted Quantity` (yang termasuk stok yang sedang dalam perjalanan atau sudah dipesan).
Pelajari Fields Terkait: Saat memilih fields di pop-up export, Kak Siska bisa melihat child fields dari suatu objek. Misalnya, untuk mendapatkan nama kategori produk, cari `Product Category`, lalu klik panah kecil di sampingnya untuk memilih `Name` (`Product Category/Name`). Ini penting agar yang ter-export adalah nama kategori, bukan ID-nya.
Coba Beberapa Kali: Jangan ragu untuk mencoba export beberapa kali dengan pilihan kolom yang berbeda sampai Kak Siska menemukan kombinasi yang paling pas dan rapi sesuai kebutuhan.

Semoga penjelasan ini membantu Kak Siska menemukan cara yang paling pas untuk export data inventory dari Odoo, ya! Kalau ada kendala atau pertanyaan lebih lanjut, jangan sungkan untuk bertanya lagi. Selamat mencoba!

Berikan Tanggapan

⚠️ Anti-Spam Aktif: Dilarang menyertakan tautan/URL di dalam form ini.
Butuh Konsultasi Odoo? 👋
Scroll to Top