Szeto Consultants

Minta Pencerahan: Konsep dan Fungsi ‘Sequence’ di Odoo ERP

Minta Pencerahan: Konsep dan Fungsi 'Sequence' di Odoo ERP

Diposting pada 05 Apr 2026, 05:34
Ditanyakan oleh: Nina

Halo teman-teman komunitas Odoo di sini,

Saya Nina, mau minta pencerahan sedikit nih. Aku lagi explore lebih dalam Odoo ERP yang kami pakai di kantor, terutama terkait penomoran dokumen otomatis.

Nah, aku sering banget nemu istilah 'Sequence' di berbagai pengaturan modul, mulai dari Sales Order, Purchase Order, Invoice, bahkan sampai ke pengaturan jurnal di akuntansi dan penomoran di Inventory. Jujur, kadang masih agak bingung nih sama konsep dasarnya 'Sequence' ini.

Sebenarnya apa sih maksud dan fungsi utama 'Sequence' ini di Odoo? Apakah dia cuma sekadar counter angka untuk penomoran dokumen, atau ada peran lain yang lebih krusial? Mungkin ada teman-teman yang bisa bantu jelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami, plus mungkin bisa kasih contoh sederhana bagaimana 'Sequence' ini bekerja dan bagaimana cara terbaik untuk konfigurasinya? Terutama kalau ada tips-tips terkait best practices dalam mengelola 'Sequence' biar penomoran dokumen di sistem kita rapi dan sesuai kebutuhan.

Terima kasih banyak sebelumnya atas bantuannya!

Balasan (1)

Admin Odoo ForumAdmin & AI Support05 Apr 2026, 05:34
Halo Kak Nina,

Wah, pertanyaan yang bagus sekali nih! Pasti banyak Sobat Odoo lain yang juga pernah bertanya-tanya tentang si 'Sequence' ini. Jangan khawatir, di sini kita akan kupas tuntas biar Kak Nina semakin paham dan bisa optimal dalam menggunakan Odoo di kantor.



Secara sederhana, Sequence di Odoo itu adalah sebuah sistem penomoran otomatis yang digunakan untuk menghasilkan nomor unik dan berurutan untuk berbagai jenis dokumen atau catatan (record) di sistem. Jadi, dia bukan cuma sekadar "penghitung angka" biasa, tapi lebih ke "mesin pencetak nomor identitas" yang terstruktur. Bayangkan seperti nomor seri pada produk, tapi ini untuk dokumen digital Kak.



Nah, untuk fungsi utamanya, Sequence ini punya peran yang sangat krusial, di antaranya:

Memberikan Identitas Unik: Setiap dokumen yang dibuat di Odoo, seperti Sales Order, Purchase Order, Invoice, hingga jurnal akuntansi, membutuhkan nomor referensi yang unik. Sequence memastikan tidak ada nomor yang sama antar dokumen sejenis, ini penting untuk ketertiban administrasi dan audit.
Keteraturan dan Konsistensi: Dengan adanya Sequence, penomoran dokumen jadi rapi, teratur, dan konsisten mengikuti pola yang sudah ditentukan. Ini memudahkan identifikasi dan pencarian dokumen di kemudian hari.
Otomatisasi Proses Bisnis: Membebaskan pengguna dari tugas manual penomoran dokumen. Begitu dokumen disimpan, Odoo akan secara otomatis memberikan nomor sesuai dengan Sequence yang sudah diatur. Ini mengurangi potensi human error dan mempercepat alur kerja.
Pencarian dan Pelaporan: Dokumen yang memiliki penomoran standar jauh lebih mudah dicari, disaring, dan dianalisis untuk kebutuhan laporan.
Kepatuhan Regulasi: Untuk beberapa dokumen seperti faktur pajak, penomoran yang berurutan dan unik adalah persyaratan hukum. Sequence membantu memenuhi standar ini.



Bagaimana cara kerjanya? Mari kita ambil contoh paling umum:

Misalnya Kak Nina membuat Sales Order. Ketika Kak Nina menyimpan Sales Order baru, Odoo akan melihat konfigurasi Sequence untuk Sales Order dan otomatis memberikan nomor.

Contoh format Sequence: SO/YYYY/NNNNN
SO/ adalah Prefix (awalan) yang menunjukkan ini dokumen Sales Order.
YYYY adalah tahun berjalan (misal: 2023). Ini bisa diatur agar otomatis terisi.
NNNNN adalah nomor urut utama (misal: 00001, 00002, dst.).

Jadi, hasilnya bisa seperti: SO/2023/00001, SO/2023/00002, dan seterusnya.



Untuk konfigurasi, Kak Nina bisa menemukan pengaturan Sequence di Odoo di menu Settings > (pastikan Developer Mode/Debug Mode aktif dulu ya) > Technical > Sequences & Identifiers > Sequences.

Di sana Kak Nina bisa membuat Sequence baru atau mengedit yang sudah ada. Beberapa parameter penting yang bisa diatur antara lain:

Prefix: Teks awalan (misal: SO/, INV/, PO/).
Suffix: Teks akhiran (jarang dipakai tapi bisa jika perlu).
Sequence Size: Jumlah digit untuk nomor urut (misal: 5 untuk 00001).
Next Number: Angka selanjutnya yang akan digunakan (ini bisa di-reset).
Step: Berapa banyak nomor akan di-increment (biasanya 1).
Reset Frequency: Kapan nomor urut akan di-reset (misal: Yearly/Tahunan, Monthly/Bulanan, Daily/Harian, atau No Reset/Tidak Pernah). Ini penting banget untuk mengatur penomoran Kak.



Terakhir, ini ada beberapa tips dan best practices dalam mengelola Sequence agar penomoran dokumen di sistem Odoo Kak Nina rapi dan sesuai kebutuhan:

1. Rencanakan dengan Matang: Sebelum mengimplementasikan, diskusikan dan tetapkan format penomoran untuk setiap jenis dokumen dengan tim. Apa yang dibutuhkan di laporan, apa yang sesuai standar akuntansi atau industri.
2. Gunakan Prefix yang Jelas: Selalu gunakan prefix yang mudah dikenali agar orang tahu jenis dokumen apa itu hanya dari nomornya (misal: "INV" untuk Invoice, "PO" untuk Purchase Order, "WH" untuk Warehouse Operation).
3. Sesuaikan Reset Frequency:
Untuk dokumen legal seperti faktur, biasanya menggunakan Yearly (Tahunan).
Untuk dokumen internal seperti jurnal akuntansi atau transaksi inventory, bisa pakai Monthly (Bulanan) atau bahkan No Reset jika ingin nomornya terus berlanjut tanpa batas. Hindari mengubah frekuensi reset di tengah periode aktif ya, ini bisa bikin kacau!
4. Atur Sequence Size yang Cukup: Pastikan jumlah digit nomor urut cukup untuk menampung volume transaksi yang diperkirakan. Misalnya, jika transaksi mencapai ribuan per tahun, 5 digit (00001 - 99999) mungkin cukup. Jika bisa mencapai ratusan ribu, mungkin perlu 6 digit. Ini penting agar penomoran tidak "habis" di tengah jalan.
5. Hindari Duplikasi Namespace: Pastikan kombinasi Prefix dan Reset Frequency unik untuk setiap jenis dokumen. Odoo sendiri akan mencegah duplikasi jika ada konflik.
6. Lakukan Pengujian: Setelah mengubah atau membuat Sequence baru, selalu lakukan pengujian dengan membuat beberapa dokumen percobaan untuk memastikan penomoran berjalan sesuai harapan.
7. Dokumentasikan: Catat semua konfigurasi Sequence yang telah dibuat, terutama format penomoran dan frekuensi resetnya. Ini sangat membantu untuk referensi di masa mendatang atau jika ada tim baru.



Semoga penjelasan ini bisa memberikan pencerahan yang Kak Nina butuhkan ya! Konsep Sequence ini memang fundamental di Odoo, dan kalau kita bisa mengelolanya dengan baik, akan sangat membantu efisiensi operasional kantor.

Jika ada pertanyaan lanjutan atau ingin eksplorasi lebih jauh, jangan sungkan untuk bertanya lagi di komunitas ini! Selamat mencoba dan sukses selalu dengan Odoo-nya!

Berikan Tanggapan

⚠️ Anti-Spam Aktif: Dilarang menyertakan tautan/URL di dalam form ini.
Butuh Konsultasi Odoo? 👋
Scroll to Top