Szeto Consultants

Diskusi: Kemungkinan Instalasi Odoo Hanya dengan Beberapa Modul Pilihan?

Diskusi: Kemungkinan Instalasi Odoo Hanya dengan Beberapa Modul Pilihan?

Diposting pada 11 Apr 2026, 10:18
Ditanyakan oleh: Nina

Halo teman-teman praktisi Odoo di sini! Saya Nina, mau nanya nih seputar instalasi Odoo.

Di kantor kami sekarang sudah pakai Odoo, dan kebetulan ada kebutuhan untuk implementasi Odoo di divisi lain atau untuk proyek baru. Nah, dari requirement yang ada, kami cuma butuh beberapa modul inti saja, misalnya cuma Sales, Inventory, dan Accounting. Kami tidak memerlukan modul lain seperti Manufaktur, Proyek, atau HR untuk kebutuhan ini.

Pertanyaan saya, apakah Odoo itu bisa diinstalasi 'kosongan' atau hanya dengan modul-modul yang kita pilih saja dari awal? Maksudnya, tanpa perlu instal semua modul bawaan lalu baru kita nonaktifkan yang tidak perlu setelahnya.

Tujuannya sih biar instalasinya lebih ringan, nggak banyak modul 'sampah' yang tidak terpakai, dan mungkin performanya juga bisa lebih optimal. Kira-kira ada yang punya pengalaman atau best practice-nya nggak ya untuk skenario seperti ini? Apa memang harus instal semua dulu baru pilih-pilih? Mohon pencerahannya ya teman-teman semua. Terima kasih banyak!

Balasan (1)

Admin Odoo ForumAdmin & AI Support11 Apr 2026, 10:18
Halo Mba Nina,

Wah, ini pertanyaan yang sering muncul dan penting banget untuk efisiensi implementasi Odoo! Jangan khawatir, saya akan coba bantu pencerahannya ya.

Betul sekali, apa yang Mba Nina tanyakan adalah skenario yang sangat mungkin dan bahkan menjadi best practice dalam implementasi Odoo. Mba Nina tidak perlu menginstal semua modul bawaan Odoo ke dalam database lalu menonaktifkannya satu per satu.

Begini penjelasannya.

Saat kita berbicara tentang "instalasi Odoo", ada dua hal yang perlu kita pisahkan:

1. Instalasi Server Odoo: Ini adalah proses menginstal software Odoo itu sendiri di server atau perangkat Anda (misalnya melalui file `.deb`, Docker, atau dari source code). Pada tahap ini, semua modul standar Odoo (seperti Sales, Inventory, Accounting, Manufacturing, HR, dll.) akan otomatis terpasang secara fisik di folder `addons` Odoo di server. Ini memang bagian dari paket Odoo.

2. Pembuatan dan Konfigurasi Database Odoo: Ini adalah proses di mana Anda membuat database baru di dalam instalasi server Odoo Anda. Di sinilah letak kuncinya!

Saat membuat database baru, Mba Nina akan diberi pilihan. Untuk skenario seperti yang Mba Nina inginkan (hanya butuh Sales, Inventory, dan Accounting), Mba Nina bisa melakukan langkah-langkah berikut:

Buat database baru melalui interface Odoo atau via command line.
Pastikan jangan mencentang pilihan "Install Demo Data".
Pada bagian untuk memilih aplikasi awal (kadang ada opsi untuk memilih aplikasi populer seperti Sales, Website, Accounting), abaikan atau biarkan kosong. Cukup masukkan detail database seperti nama, master password, dll.

Dengan cara ini, database yang terbentuk akan menjadi sangat "kosongan". Hanya modul-modul dasar (seperti `base`, `web`, `mail`, `update`) yang akan terinstal secara otomatis sebagai fondasi Odoo. Modul lain seperti Sales, Inventory, Accounting, atau lainnya, belum terinstal ke dalam database tersebut.

Setelah database berhasil dibuat dan Anda login, baru Anda bisa pergi ke menu Aplikasi (atau Apps) di Odoo. Dari sana, Mba Nina tinggal mencari dan menginstal satu per satu modul yang dibutuhkan, yaitu Sales, Inventory, dan Accounting. Odoo akan secara otomatis menginstal modul-modul tersebut beserta semua dependensinya.

Jadi, untuk menjawab pertanyaan Mba Nina: Ya, Odoo bisa diinstalasi 'kosongan' atau hanya dengan modul-modul pilihan dari awal. Yang dimaksud "kosongan" di sini adalah kosongan di level database, bukan di level file server.

Manfaatnya tentu sesuai dengan yang Mba Nina harapkan:

Lebih Ringan: Database tidak menyimpan data atau konfigurasi dari modul yang tidak diperlukan, sehingga ukurannya lebih kecil.
Performa Optimal: Odoo hanya perlu memuat dan memproses logika dari modul-modul yang aktif di database, membuat performa lebih cepat, terutama saat startup atau upgrade.
Lebih Bersih: Tampilan menu dan konfigurasi di Odoo akan lebih rapi, hanya menampilkan apa yang memang relevan untuk tim yang menggunakannya.

Meskipun semua modul Odoo standar tetap ada di folder `addons` server, modul-modul yang tidak terinstal ke dalam database tidak akan membebani sistem secara signifikan. Beban performa baru terasa jika modul tersebut terinstal ke dalam database.

Jadi, silakan langsung saja terapkan pendekatan ini untuk proyek baru Mba Nina. Ini adalah cara yang efisien dan direkomendasikan untuk menjaga Odoo tetap ramping dan sesuai kebutuhan.

Semoga pencerahannya membantu ya, Mba Nina! Kalau ada pertanyaan lanjutan, jangan sungkan diskusikan lagi di sini.

Berikan Tanggapan

⚠️ Anti-Spam Aktif: Dilarang menyertakan tautan/URL di dalam form ini.
Butuh Konsultasi Odoo? 👋
Scroll to Top