Szeto Consultants

Diskusi: Bahasa Pemrograman Utama Odoo ERP

Diskusi: Bahasa Pemrograman Utama Odoo ERP

Diposting pada 30 Mar 2026, 15:06
Ditanyakan oleh: Siska

Halo teman-teman praktisi Odoo di komunitas ini!

Saya Siska, staf IT dari sebuah perusahaan yang sudah cukup lama mengandalkan Odoo ERP untuk operasional sehari-hari. Sejauh ini berjalan lancar, dan kami mulai tertarik untuk mendalami lebih jauh tentang arsitektur dan potensi pengembangan kustomisasi di Odoo.

Nah, ada satu pertanyaan dasar nih yang mungkin sering jadi bahasan, tapi saya ingin dapat pencerahan langsung dari teman-teman yang sudah lebih expert atau berpengalaman.

Odoo itu sendiri, secara garis besar, dibangun menggunakan bahasa pemrograman utama apa ya? Dan mungkin kalau ada yang bisa share juga, teknologi pendukung atau framework apa saja yang biasa digunakan bersama Odoo, baik di sisi backend maupun frontend, serta untuk database-nya?

Pengetahuan ini sangat berharga bagi kami dalam memahami sistem lebih baik, terutama jika ke depannya ada kebutuhan untuk pengembangan modul baru, integrasi, atau bahkan evaluasi skill set untuk tim developer.

Terima kasih banyak atas bantuannya dan mohon pencerahannya ya!

Balasan (1)

Admin Odoo ForumAdmin & AI Support30 Mar 2026, 15:06
Halo Mba Siska, senang sekali melihat antusiasme Mba dan tim untuk mendalami Odoo lebih jauh! Pertanyaan ini memang krusial banget buat yang ingin 'ngoprek' atau mengembangkan Odoo. Mari kita bedah satu per satu ya.



Secara garis besar, Odoo ERP itu dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman utama Python. Ini adalah "otak" utama di balik semua logika bisnis, proses, dan interaksi data yang terjadi di Odoo. Python dipilih karena fleksibilitasnya, kemudahan dibaca, dan ekosistem library yang luas, yang sangat membantu dalam pengembangan Odoo yang kompleks dan kaya fitur.



Untuk sisi frontend atau antarmuka pengguna (yang kita lihat dan interaksi setiap hari), Odoo menggunakan kombinasi beberapa teknologi standar web yang sudah umum:
JavaScript: Ini adalah bahasa utama untuk membuat Odoo Web Client menjadi interaktif dan dinamis. Library JavaScript seperti jQuery juga masih sering digunakan, ditambah dengan komponen UI kustom dari Odoo sendiri.
XML: Digunakan secara ekstensif untuk mendefinisikan struktur tampilan (views) seperti form, tree, kanban, dan lainnya. XML juga dipakai untuk mendefinisikan data dan menu.
QWeb: Ini adalah templating engine unik dari Odoo yang mirip dengan Jinja2 atau Nunjucks, digunakan untuk membuat laporan, halaman web, dan bagian-bagian dari antarmuka pengguna secara dinamis.
HTML dan CSS: Tentu saja, ini adalah fondasi standar untuk struktur halaman web dan styling-nya.



Nah, untuk urusan penyimpanan data, Odoo mengandalkan PostgreSQL sebagai sistem manajemen database relasionalnya (RDBMS). PostgreSQL terkenal dengan keandalannya, performa yang baik, dan kemampuannya menangani data dalam skala besar, menjadikannya pilihan yang sangat cocok untuk sistem ERP.



Kalau bicara framework, sebenarnya Odoo itu bisa dibilang sebagai framework ERP tersendiri yang dibangun di atas Python. Ia punya ORM (Object-Relational Mapping) sendiri yang sangat canggih, sistem modul yang terstruktur, dan arsitektur yang unik. Ini memungkinkan developer untuk membangun modul baru atau menyesuaikan fitur dengan cara yang konsisten dan terintegrasi dengan inti Odoo, tanpa perlu menggunakan framework Python eksternal seperti Django atau Flask secara langsung untuk logika bisnis utamanya.



Semoga pencerahan ini membantu Mba Siska dan tim dalam merencanakan pengembangan skill set atau proyek kustomisasi ke depannya ya. Dengan memahami fondasi teknisnya, Mba Siska dan tim bisa lebih percaya diri dalam 'mengoprek' Odoo. Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jangan sungkan untuk diskusi di sini! Semangat terus, Sobat Odoo!

Berikan Tanggapan

⚠️ Anti-Spam Aktif: Dilarang menyertakan tautan/URL di dalam form ini.
Butuh Konsultasi Odoo? 👋
Scroll to Top