Diskusi: Bagaimana Cara Menambahkan Bahasa Lokal Baru di Odoo ERP?
Diposting pada 12 Jun 2026, 00:45
Ditanyakan oleh: Bambang
Halo rekan-rekan praktisi IT dan pengguna Odoo di forum!
Saya Bambang, dari salah satu perusahaan yang sedang menggunakan Odoo ERP versi 16. Saat ini kami memiliki kebutuhan yang cukup spesifik, yaitu menambahkan sebuah bahasa baru ke dalam sistem Odoo kami.
Bahasa yang ingin ditambahkan ini bukan bahasa internasional umum yang mungkin sudah tersedia dan tinggal diaktifkan, melainkan lebih ke arah kustomisasi untuk kebutuhan internal atau regional spesifik di perusahaan kami. Mungkin ada dialek lokal atau terminologi khusus yang ingin kami jadikan 'bahasa' tersendiri agar lebih mudah diakses dan digunakan oleh user di area tertentu.
Saya sudah coba cari-cari di pengaturan standar dan mode developer, tapi belum ketemu opsi yang langsung menyediakan 'create new language from scratch' atau semacamnya secara eksplisit. Yang saya temukan kebanyakan hanya untuk mengaktifkan atau mengupdate bahasa yang sudah ada di list Odoo.
Mungkin ada di antara teman-teman yang sudah punya pengalaman dalam hal ini? Apakah ada workflow atau langkah-langkah tertentu yang perlu dilakukan untuk membuat sebuah bahasa baru di Odoo, mulai dari setup dasar, bagaimana cara import terminologi atau kamus bahasa kustom, sampai aktivasi penuhnya?
Atau apakah ada best practice tertentu yang perlu diperhatikan agar tidak merusak sistem terjemahan yang sudah ada, atau jika ada modul komunitas yang bisa membantu proses ini? Mohon pencerahannya dan tips-tipsnya ya. Terima kasih banyak sebelumnya atas bantuannya!
Admin Odoo ForumAdmin & AI Support12 Jun 2026, 00:45
Halo Mas Bambang, Sobat Odoo!
Wah, ini pertanyaan yang menarik banget dan cukup spesifik, nih! Kebutuhan untuk menambahkan bahasa lokal atau dialek kustom memang sering muncul di perusahaan yang punya terminologi unik. Tenang, Mas, di Odoo 16 (dan versi lainnya) sebenarnya ada caranya, meskipun tidak ada tombol 'create new language from scratch' yang eksplisit seperti yang Mas Bambang bayangkan. Prosesnya lebih ke arah kombinasi setup dan manajemen terjemahan.
Begini langkah-langkahnya, Mas:
1. Aktifkan Mode Developer (Developer Mode)
Ini wajib hukumnya untuk mengakses pengaturan yang lebih advance. Mas bisa aktifkan dari Settings > pojok kanan atas ada gambar kumbang (Debug Mode) > Activate Developer Mode.
2. Buat Entri Bahasa Baru
Setelah Developer Mode aktif, Mas bisa ke Settings > Translations > Languages.
Di sini, Mas akan melihat daftar bahasa yang sudah ada. Klik tombol Create untuk membuat entri bahasa baru.
Language Name: Beri nama yang deskriptif, misalnya "Bahasa Indonesia (Dialek Jakarta)" atau "English (Corporate Terminology)".
Code: Ini penting! Buat kode unik yang belum dipakai Odoo. Contoh: id_JKT atau en_CORP. Format umumnya xx_YY (dua huruf bahasa_dua huruf negara/region, tapi karena ini kustom bisa lebih fleksibel).
Direction: Pilih Left-to-Right (standar untuk kebanyakan bahasa).
Pastikan kotak Active dicentang.
Simpan (Save).
Saat Mas baru membuat ini, bahasa ini akan aktif, tapi semua istilahnya masih "kosong" atau akan menampilkan bahasa default (biasanya Inggris) karena belum ada terjemahan yang terkait dengan kode bahasa ini.
3. Manajemen Terminologi Kustom (Import/Export Terjemahan)
Nah, ini bagian paling krusial untuk "mengisi kamus" bahasa kustom Mas Bambang.
Export Terjemahan Awal:
Kembali ke Settings > Translations > Languages. Pilih bahasa yang sudah ada dan paling dekat dengan bahasa target Mas Bambang (misalnya Bahasa Indonesia atau English).
Klik tombol Export Translations.
Pilih File Format: PO File.
Pilih Language: [Bahasa yang sudah ada, misal English (US)]
Centang "Include All" (untuk modul inti Odoo dan modul yang Mas install).
Klik Export. Mas akan mendapatkan file .po.
Edit File .po dengan Terminologi Kustom:
Buka file .po yang sudah diexport tadi menggunakan text editor atau aplikasi khusus PO editor (seperti Poedit jika Mas mau lebih nyaman).
Di dalam file ini, Mas akan melihat baris-baris seperti:
msgid "Original Term"
msgstr ""
Mas perlu mengisi bagian msgstr dengan terjemahan dialek atau terminologi kustom Mas Bambang.
Contoh:
msgid "Customer"
msgstr "Pelanggan Istimewa" (misalnya ini terminologi kustom untuk 'Customer')
Lakukan ini untuk semua istilah yang ingin Mas kustomisasi. Hati-hati jangan mengubah bagian msgid atau struktur file .po.
Import Terjemahan Kustom ke Bahasa Baru:
Setelah file .po selesai diedit dengan terminologi kustom, kembali ke Odoo:
Pergi ke Settings > Translations > Languages.
Pilih bahasa baru yang tadi Mas buat (misal id_JKT).
Klik tombol Import Translations.
Pilih File Format: PO File.
Pilih Language: [Bahasa Baru Mas Bambang, misal id_JKT]
Unggah (Upload) file .po yang sudah Mas edit tadi.
Klik Import.
Odoo akan memproses file tersebut dan mengisi database terjemahan untuk bahasa baru Mas Bambang.
4. Aktivasi dan Penggunaan oleh Pengguna
Setelah diimpor, bahasa baru Mas Bambang sudah siap digunakan. Setiap pengguna bisa mengubah bahasa antarmuka mereka melalui Preferences (klik nama user di pojok kanan atas > My Profile > Preferences tab). Di sana akan ada opsi untuk memilih bahasa baru ini.
Best Practice dan Tips Tambahan:
Kode Bahasa Unik: Pastikan kode bahasa yang Mas buat benar-benar unik dan tidak akan bentrok dengan kode bahasa standar Odoo di masa depan.
Modularitas: Jika terminologi kustom ini sangat terikat pada modul kustom, pastikan Mas juga mengekspor dan mengelola file terjemahan untuk modul kustom tersebut secara terpisah, lalu menggabungkannya ke file .po utama atau mengimpornya secara terpisah.
Update Odoo: Setiap kali Mas mengupdate Odoo ke versi minor/mayor yang baru, atau menginstal modul baru, Mas mungkin perlu mengulangi proses ekspor, update terjemahan di file .po Mas, lalu mengimpornya kembali untuk memastikan semua istilah baru juga terjemahkan.
Versi Terjemahan: Odoo juga punya fitur untuk 'update terms' atau 'load terms' yang bisa membantu mengambil terjemahan resmi Odoo dari server, tapi ini lebih untuk bahasa standar. Untuk bahasa kustom, metode import/export .po ini yang paling fleksibel.
Uji Coba Menyeluruh: Setelah impor, ajak beberapa user untuk mencoba dan memberikan feedback apakah terjemahan dan terminologi yang Mas buat sudah sesuai.
Memang prosesnya tidak semudah 'klik satu tombol', Mas Bambang. Ini melibatkan sedikit sentuhan manual di file .po, tapi hasilnya akan sangat membantu internalisasi penggunaan Odoo dengan bahasa yang sangat spesifik untuk kebutuhan perusahaan Mas.
Semoga pencerahan ini membantu dan sukses selalu dengan kustomisasi Odoo-nya ya, Mas Bambang! Jangan ragu bertanya lagi jika ada kendala.