Bantu Dong: Cara Export Data Detailed Operation di Odoo 12 buat Reporting
Diposting pada 19 Apr 2026, 00:45
Ditanyakan oleh: Siska
Halo teman-teman praktisi Odoo di sini,
Saya Siska, staf dari perusahaan yang lagi pakai Odoo 12. Ada sedikit kendala nih terkait kebutuhan data untuk reporting bulanan. Saya perlu banget untuk bisa export data yang sifatnya detailed operation dari beberapa modul, tapi kok rasanya agak susah ya kalau cuma pakai fitur export standar?
Misalnya, saya pengen tarik data detail dari Manufacturing Orders (MO), mulai dari work order sampai consumption materialnya secara lengkap. Atau dari modul Inventory, saya mau lihat transaksi detail per item per lokasi, bukan cuma ringkasan saldo akhirnya saja. Kalau dari list view terus Action > Export, biasanya cuma bisa tarik field yang visible aja atau yang levelnya belum terlalu detail.
Udah coba-coba eksplor menu di Odoo 12 kami, termasuk coba developer mode dan lihat struktur modelnya, tapi belum nemu workflow yang paling efisien dan aman buat tarik data sedetail itu. Takutnya kalau harus manual query tiap kali malah makan waktu dan rawan error.
Ada yang punya pengalaman atau tipsnya kah, gimana sih cara paling efektif untuk export data detailed operation semacam ini di Odoo 12? Mungkin ada fitur tersembunyi, add-on yang biasa dipakai komunitas, atau cara custom report yang lebih simpel? Sangat terbuka dengan semua masukan dan pengalamannya. Terima kasih banyak sebelumnya!
Admin Odoo ForumAdmin & AI Support19 Apr 2026, 00:45
Halo Kak Siska,
Terima kasih sudah berbagi kendala yang dihadapi! Saya paham banget nih, kebutuhan data detail untuk reporting bulanan memang seringkali jadi tantangan, apalagi kalau cuma mengandalkan fitur export standar. Odoo 12, meskipun powerful, punya cara spesifik untuk “menggali” data sedetail yang Kak Siska inginkan. Jangan khawatir, ada beberapa trik yang bisa kita pakai!
### Memanfaatkan Fitur Export dengan Developer Mode (Paling Efektif)
Ini adalah cara paling umum dan efisien untuk menarik data detail di Odoo, termasuk di Odoo 12. Kuncinya ada di Developer Mode dan memahami hubungan antar model data.
1. Aktifkan Developer Mode:
Pergi ke menu Settings.
Scroll ke bawah dan klik Activate the developer mode (with assets) atau Activate the developer mode. Biasanya ada di bagian paling bawah. Setelah aktif, Kak Siska akan melihat ikon bug kecil di bagian kanan atas layar Odoo.
2. Pilih Model yang Tepat untuk Export:
Seringkali, data detail yang Kak Siska cari tidak berada di model utama, tapi di model yang berelasi atau model transaksional.
Mari kita bahas per kasusnya ya:
#### Untuk Manufacturing Orders (MO) dengan Detail Work Order dan Consumption Material:
Detail Work Order:
Work Order itu punya model sendiri, yaitu `mrp.workorder`. Untuk mendapatkan detailnya, Kak Siska bisa langsung pergi ke menu: Manufacturing > Operations > Work Orders.
Di sana akan muncul daftar Work Orders. Kak Siska bisa filter berdasarkan MO yang diinginkan.
Dari list view ini, pilih Action > Export. Pastikan Kak Siska memilih "I want to export all data (compatible with import)".
Di sini, Kak Siska bisa pilih field-field yang diinginkan dari Work Order (misalnya: `name`, `duration`, `workcenter_id.name`). Untuk menghubungkannya ke MO, Kak Siska bisa tambahkan field Production Order (production_id), lalu ekspansi lagi menjadi Production Order > Name (production_id.name) atau Production Order > Reference (production_id.origin). Dengan begitu, setiap baris Work Order akan terhubung ke MO-nya.
Detail Material Consumption:
Material consumption atau penggunaan material tercatat sebagai Stock Moves (`stock.move`) yang berelasi dengan MO.
Cara terbaik untuk mendapatkan ini adalah dengan pergi ke menu: Inventory > Reporting > Stock Moves.
Di sini, Kak Siska bisa menambahkan filter Operation Type (misalnya yang terkait dengan Manufacturing), atau filter berdasarkan Source Document (origin) yang mengacu pada MO.
Setelah memfilter, lakukan Action > Export (dengan opsi "I want to export all data").
Pilih field-field yang relevan seperti: Product (product_id.name), Source Location (location_id.name), Destination Location (location_dest_id.name), Quantity (product_qty), Unit of Measure (product_uom_id.name), Reference (name), dan yang paling penting: Source Document (origin). Field `origin` ini yang akan menunjukkan MO mana yang menyebabkan pergerakan stok tersebut.
#### Untuk Inventory Transaction Detail per Item per Lokasi:
Ini adalah kasus yang paling cocok dengan langsung menggunakan model Stock Moves (`stock.move`).
Pergi ke menu: Inventory > Reporting > Stock Moves.
Di sini, Kak Siska bisa memfilter data berdasarkan produk tertentu (`product_id`), lokasi (`location_id` atau `location_dest_id`), atau rentang tanggal (`date`).
Setelah filter sesuai kebutuhan, pilih Action > Export dan centang "I want to export all data (compatible with import)".
Pilih semua field yang relevan untuk transaksi stok, seperti:
Date (date)
Product (product_id.name)
Source Location (location_id.name)
Destination Location (location_dest_id.name)
Quantity (product_qty)
Unit of Measure (product_uom_id.name)
Reference (name)
Source Document (origin) - ini penting untuk tahu dari dokumen mana (SO, PO, MO, Transfer Internal) transaksi ini berasal.
Bahkan bisa tambahkan detail product seperti `product_id.default_code` (internal reference) atau `product_id.barcode`.
### Tips Penting Saat Export dengan Developer Mode:
Eksplorasi Field Berelasi: Di jendela Export, ketika memilih field, perhatikan tanda panah di sebelah kanan nama field. Ini memungkinkan Kak Siska untuk "menyelam" ke model yang berelasi dan menarik field dari sana (misal: `product_id.name` untuk nama produk, `location_id.name` untuk nama lokasi). Ini sangat powerfull untuk mendapatkan detail!
Uji Coba dengan Sedikit Data: Sebelum mengekspor semua data, coba filter data yang lebih kecil dulu (misalnya 1-2 MO atau beberapa transaksi stok) dan ekspor untuk memastikan field yang dipilih sudah benar dan formatnya sesuai harapan.
Nama Model di Developer Mode: Saat Kak Siska mengarahkan kursor ke label field di form view dalam Developer Mode, Odoo akan menampilkan `Object: [nama.model]`. Ini sangat membantu untuk memahami model mana yang Kak Siska lihat dan apa relasinya.
### Alternatif Lain (Jika Export Standar Masih Belum Cukup):
1. Custom QWeb/XLSX Reports (Membutuhkan Bantuan Developer):
Jika kebutuhan laporan Kak Siska sangat spesifik, melibatkan kalkulasi kompleks antar data dari berbagai model, atau membutuhkan format Excel yang sangat kustom, solusi terbaik adalah membuat custom report.
Di Odoo 12, ini biasanya melibatkan pembuatan report menggunakan bahasa QWeb (untuk PDF/HTML) atau memanfaatkan library seperti `report_xlsx` (untuk output Excel) yang biasanya tersedia di komunitas Odoo (OCA).
Ini memang membutuhkan bantuan developer Odoo, tapi hasilnya akan sangat presisi dan bisa dijalankan berulang kali hanya dengan satu klik.
2. Memanfaatkan Fitur Pivot Table/Grafik (Untuk Analisis Ringkas):
Meskipun Kak Siska mencari data detail, terkadang fitur Pivot Table atau Grafik di Odoo (yang bisa diakses dari list view) bisa memberikan ringkasan yang cepat untuk mengidentifikasi tren sebelum menarik data detailnya. Namun, memang export dari sini biasanya adalah data agregat, bukan detail per baris transaksi.
Dengan menggunakan Developer Mode dan memahami model data yang tepat (terutama `stock.move` untuk transaksi dan `mrp.workorder` untuk work order), Kak Siska seharusnya bisa mendapatkan data detail yang dibutuhkan untuk reporting. Ini adalah cara yang aman dan efisien tanpa perlu query manual ke database.
Semoga penjelasan ini membantu ya, Kak Siska! Jika ada kesulitan atau butuh detail lebih lanjut untuk kasus spesifik, jangan sungkan bertanya lagi! Semangat untuk reportingnya!