Szeto Consultants

Diskusi Odoo 11: Sharing Pengalaman Bikin Custom Group User Beserta Contohnya

Diskusi Odoo 11: Sharing Pengalaman Bikin Custom Group User Beserta Contohnya

Diposting pada 10 Jun 2026, 05:32
Ditanyakan oleh: Ridwan

Halo teman-teman praktisi Odoo di forum!

Saya Ridwan dari tim IT di perusahaan, lagi utak-atik Odoo ERP versi 11 kami nih. Kami lagi ada kebutuhan untuk membuat group user baru. Tujuannya untuk mengatur hak akses beberapa karyawan yang baru masuk atau ada perubahan divisi.

Nah, saya masih agak bingung nih gimana step-by-step yang paling pas untuk membuat group custom di Odoo 11. Mungkin ada teman-teman yang sudah pernah membuat group user dari awal dan bisa share pengalamannya? Terutama saya butuh banget contoh konfigurasinya, misalnya di bagian 'Application' dan 'Access Rights' itu baiknya diisi apa saja untuk skenario umum. Atau mungkin ada tips/best practice yang perlu diperhatikan biar group-nya efektif dan enggak bentrok sama hak akses yang lain.

Mohon pencerahannya ya, teman-teman. Terima kasih banyak!

Balasan (1)

Admin Odoo ForumAdmin & AI Support10 Jun 2026, 05:33
Halo Mas Ridwan dan Sobat Odoo di forum!

Wah, mantap sekali nih Mas Ridwan lagi utak-atik Odoo 11 untuk optimasi hak akses di perusahaannya. Kebutuhan bikin custom group user itu memang fundamental banget dan seringkali jadi kunci keberhasilan implementasi Odoo agar sesuai dengan alur kerja tim. Kebetulan, ini adalah salah satu tugas favorit praktisi Odoo untuk mengatur ‘siapa bisa lihat apa’ dan ‘siapa bisa melakukan apa’.

Jangan khawatir, Mas. Prosesnya cukup straightforward kok di Odoo 11. Saya akan coba bantu share pengalaman dan step-by-stepnya ya, lengkap dengan contoh.



Berikut panduan langkah demi langkah untuk membuat custom group user di Odoo 11:

Langkah 1: Aktifkan Developer Mode (Mode Debug)
Ini adalah langkah awal yang sangat penting jika Mas Ridwan ingin melihat semua opsi konfigurasi, terutama saat nanti bermain dengan Record Rules atau mencari Technical Name dari sebuah Model.
Pergi ke Settings.
Scroll ke bawah, cari tulisan kecil Activate the developer mode (with assets) atau Activate the developer mode. Klik itu.
Biasanya, ikon kumbang kecil akan muncul di pojok kanan atas layar Mas Ridwan, menandakan mode developer sudah aktif.

Langkah 2: Navigasi ke Halaman Groups
Setelah Developer Mode aktif, saatnya menuju ke tempat pembuatan group.
Kembali ke Settings.
Di menu samping kiri, cari Users & Companies, lalu klik Groups.
Mas Ridwan akan melihat daftar group yang sudah ada di Odoo. Untuk membuat yang baru, klik tombol Create.

Langkah 3: Konfigurasi Custom Group Baru
Sekarang kita akan mengisi detail group baru Mas Ridwan.

Group Name: Ini adalah nama group yang akan muncul di Odoo. Pastikan namanya jelas dan deskriptif.
Contoh: "HR Staff Level 1", "Project Admin Khusus", "Sales Order Verifier".
Untuk skenario Mas Ridwan, misalnya, jika ada karyawan baru di divisi Marketing yang hanya boleh melihat prospek dan membuat penawaran, bisa dinamakan "Marketing Entry Level".

Application: Ini sangat penting! Bagian ini akan menentukan menu utama apa saja yang akan terlihat oleh user yang tergabung dalam group ini di dashboard Odoo mereka. Ini seperti filter awal.
Klik Add a line di bawah bagian Application.
Mas Ridwan bisa memilih aplikasi seperti Sales, Purchase, Human Resources, Project, dan sebagainya.
Contoh: Jika group "Marketing Entry Level" ini hanya perlu berinteraksi dengan penjualan, Mas Ridwan bisa memilih Sales. Atau jika ingin lebih spesifik, bisa juga tidak memilih Application di sini, dan langsung mengatur Access Rights saja. Tapi umumnya, memilih Application akan mempermudah navigasi user.

Access Rights: Nah, ini adalah inti dari hak aksesnya! Di sinilah Mas Ridwan akan menentukan model data apa saja yang bisa diakses oleh user dalam group ini, dan tindakan apa yang bisa mereka lakukan (Read, Write, Create, Delete).
Klik Add a line di bawah bagian Access Rights.
Mas Ridwan perlu memilih Model (tabel data di Odoo, contoh: Contact, Sales Order, Employee).
Setelah memilih Model, Mas Ridwan bisa centang hak aksesnya:
Read Access (hanya bisa melihat)
Write Access (bisa mengedit)
Create Access (bisa membuat data baru)
Delete Access (bisa menghapus)
Contoh skenario "Marketing Entry Level":
Model: Contact (untuk data pelanggan/prospek) -> Centang Read, Create, Write. (Mungkin tidak perlu Delete).
Model: Lead/Opportunity (untuk prospek) -> Centang Read, Create, Write.
Model: Sales Order (untuk membuat penawaran) -> Centang Read, Create, Write.
Model: Product (untuk melihat daftar produk yang dijual) -> Centang Read saja.

Inherited: Ini adalah fitur hebat Odoo! Mas Ridwan bisa menjadikan group ini "mewarisi" hak akses dari group lain. Ini sangat membantu untuk menghindari konfigurasi berulang.
Contoh: Hampir semua user pasti butuh hak akses dasar seperti melihat profil mereka sendiri atau mengubah password. Daripada menambahkan hak akses itu di setiap custom group, Mas Ridwan bisa saja membuat group "Base User" dengan hak akses dasar, lalu di group "Marketing Entry Level" ini, Mas Ridwan hanya perlu menambahkan group "Base User" di bagian Inherited.
Pilih group yang ingin diwarisi hak aksesnya.

Users: Di tab ini, Mas Ridwan bisa menambahkan user yang akan tergabung dalam group ini.
Klik Add a line dan pilih user yang bersangkutan.

Record Rules (Opsional, tapi Penting untuk Kontrol Detail): Jika Mas Ridwan butuh kontrol yang lebih halus, misalnya "user ini hanya boleh melihat Sales Order yang dibuat oleh dirinya sendiri" atau "hanya boleh melihat karyawan dari divisinya sendiri", maka Mas Ridwan butuh membuat Record Rules.
Ini memerlukan pemahaman sedikit tentang Domain Odoo (mirip query).
Di tab Record Rules, klik Add a line. Mas Ridwan akan diminta mengisi Name, Object (Model), dan Domain.
Contoh Record Rule: "User hanya bisa melihat Timesheet mereka sendiri".
Name: "Lihat Timesheet Sendiri"
Object: "Timesheet"
Domain: `[('user_id', '=', user.id)]` (Ini artinya 'field user_id di Timesheet harus sama dengan user yang sedang login')
Bagian ini memang sedikit lebih teknis, jadi untuk tahap awal bisa fokus ke Access Rights dulu.

Menu Items: Di tab ini, Mas Ridwan bisa menyembunyikan atau menampilkan menu tertentu yang mungkin tidak tercakup oleh pengaturan Application di awal. Ini berguna untuk menyaring tampilan menu user.

Langkah 4: Simpan dan Uji Coba
Setelah semua konfigurasi selesai, jangan lupa klik tombol Save.
Sangat, sangat penting untuk melakukan pengujian. Login sebagai user yang sudah ditambahkan ke group baru ini, dan pastikan hak aksesnya sudah sesuai (tidak bisa melihat yang seharusnya tidak bisa dilihat, dan bisa melakukan tindakan yang seharusnya bisa dilakukan).



Tips dan Best Practice agar Group Efektif:

1. Mulai dari Hak Akses Paling Minimal (Least Privilege): Selalu mulai dengan memberikan hak akses yang paling sedikit, lalu tambahkan sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan. Ini lebih aman daripada memberikan banyak hak akses lalu menguranginya.
2. Manfaatkan Inherited Groups: Ini akan sangat menghemat waktu dan mempermudah manajemen hak akses di kemudian hari. Buat group dasar (misalnya "Employee Basic Access") lalu semua custom group lain mewarisi dari situ.
3. Nama Group yang Jelas: Pastikan nama group sangat deskriptif sehingga tim IT atau admin lain bisa langsung mengerti fungsinya.
4. Dokumentasikan: Catat kenapa group ini dibuat, hak akses apa saja yang diberikan, dan skenario penggunaannya. Ini akan sangat membantu saat ada pergantian personel atau audit.
5. Uji Coba Berulang: Setelah membuat atau mengubah group, selalu uji coba dengan user dummy atau user asli untuk memastikan tidak ada celah keamanan atau fungsionalitas yang terganggu.
6. Perhatikan Konflik Hak Akses: Jika seorang user masuk ke beberapa group, Odoo akan mengambil hak akses yang paling "longgar" (artinya, jika di satu group dia bisa Read, dan di group lain dia bisa Read, Write, Create, maka dia akan bisa Read, Write, Create). Ini penting untuk diperhatikan agar tidak ada hak akses yang tidak disengaja.

Semoga panduan ini cukup jelas dan membantu Mas Ridwan dalam membuat custom group user di Odoo 11. Jika ada pertanyaan lebih lanjut atau butuh contoh spesifik lainnya, jangan sungkan untuk bertanya lagi ya! Semangat Odoo-nya!

Berikan Tanggapan

⚠️ Anti-Spam Aktif: Dilarang menyertakan tautan/URL di dalam form ini.
Butuh Konsultasi Odoo? 👋
Scroll to Top