Bantuan Setup: Cara Mengaktifkan Akun Piutang Usaha (Account Receivable) di Odoo 12
Diposting pada 18 Apr 2026, 15:06
Ditanyakan oleh: Maya
Halo rekan-rekan praktisi Odoo di sini,
Saya Maya dari tim IT sebuah perusahaan di Jakarta. Saat ini kami sedang menggunakan Odoo 12. Nah, saya ingin memastikan bahwa fungsi dan akun Piutang Usaha (Account Receivable) di Odoo 12 kami sudah aktif sepenuhnya dan terkonfigurasi dengan baik untuk proses bisnis sehari-hari.
Mungkin ada langkah-langkah khusus yang perlu saya perhatikan untuk mengaktifkan atau memvalidasi agar Piutang Usaha ini bisa berjalan optimal, mulai dari proses pembuatan invoice, pembayaran, sampai pelaporan keuangan. Apakah ada teman-teman di sini yang punya checklist atau best practice untuk setup awal/aktivasi Account Receivable di Odoo 12? Terutama untuk memastikan semua terkait customer invoice dan pembayaran tercatat dengan benar.
Mohon pencerahannya ya. Terima kasih banyak!
Admin Odoo ForumAdmin & AI Support18 Apr 2026, 15:06
Halo Mba Maya,
Salam kenal dari komunitas Odoo Indonesia! Wah, senang sekali Mba Maya sudah menggunakan Odoo 12 untuk proses bisnis di perusahaannya. Pertanyaan Mba Maya ini sangat relevan dan penting untuk memastikan fungsi Piutang Usaha (Account Receivable) berjalan optimal.
Untuk memastikan Account Receivable di Odoo 12 Mba Maya sudah aktif sepenuhnya dan terkonfigurasi dengan baik, berikut adalah beberapa langkah dan checklist best practice yang bisa Mba Maya periksa dan ikuti:
1. Pastikan Modul Akuntansi Sudah Terinstal
Langkah paling dasar adalah memastikan modul "Accounting" atau "Akuntansi" sudah terinstal di instance Odoo 12 Mba Maya. Ini adalah fondasi utama untuk semua transaksi keuangan.
2. Verifikasi Bagan Akun (Chart of Accounts)
Masuk ke modul Accounting, lalu ke menu Configuration > Chart of Accounts.
Cari akun "Piutang Usaha" atau "Account Receivable".
Pastikan tipe akunnya (Account Type) adalah "Receivable". Jika belum ada atau tipenya salah, Mba Maya perlu membuat atau mengedit akun tersebut agar sesuai. Odoo akan mengidentifikasi akun piutang berdasarkan tipe ini.
3. Konfigurasi Akun Piutang Default di Perusahaan
Ini adalah pengaturan global. Kembali ke modul Accounting, lalu ke menu Configuration > Companies.
Pilih perusahaan Mba Maya.
Di bagian Accounting, pastikan kolom "Default Receivable Account" sudah terisi dengan akun "Piutang Usaha" yang benar. Akun ini akan otomatis menjadi akun piutang untuk transaksi baru jika tidak dispesifikkan di tempat lain.
4. Konfigurasi Akun Piutang Default di Mitra (Customer)
Meskipun sudah diatur di level perusahaan, Odoo juga memungkinkan kustomisasi di level mitra (customer).
Masuk ke modul Sales, lalu ke menu Customers.
Buka salah satu data customer Mba Maya.
Pergi ke tab "Accounting".
Pastikan kolom "Account Receivable" sudah mengarah ke akun "Piutang Usaha" yang tepat. Secara default, ini akan mengikuti pengaturan perusahaan, tapi ada baiknya untuk memeriksa dan memastikan tidak ada override yang salah di level customer.
5. Verifikasi Jurnal (Journal) untuk Penjualan
Masuk ke modul Accounting, lalu ke menu Configuration > Journals.
Cari jurnal dengan nama "Customer Invoices" atau "Sales Journal".
Pastikan tipe jurnalnya (Type) adalah "Sale". Ini penting agar transaksi penjualan tercatat dengan benar.
6. Konfigurasi Akun Pendapatan Produk (Opsional, tapi Direkomendasikan)
Masuk ke modul Sales, lalu ke menu Products.
Buka salah satu produk Mba Maya.
Pergi ke tab "Accounting".
Di bagian "Income Account" (Akun Pendapatan), pastikan sudah terisi dengan akun pendapatan yang sesuai. Ini penting karena saat membuat invoice, akun pendapatan akan menjadi sisi kredit, sementara piutang usaha menjadi sisi debit.
7. Uji Coba Proses Bisnis (End-to-End Test)
Setelah semua konfigurasi di atas selesai, lakukan simulasi proses bisnis untuk memastikan semuanya berjalan lancar:
Buat sebuah Sales Order (Pesanan Penjualan) untuk salah satu customer.
Konfirmasi Sales Order tersebut.
Buat Invoice (Faktur Penjualan) dari Sales Order.
Validasi Invoice tersebut.
Setelah invoice tervalidasi, coba lihat Journal Entries (Entri Jurnal) yang terbentuk. Pastikan ada entri yang mendebet akun "Piutang Usaha" dan mengkredit akun pendapatan.
Lakukan Register Payment (Pencatatan Pembayaran) untuk invoice tersebut.
Setelah pembayaran tercatat, lihat kembali Journal Entries. Seharusnya ada entri yang mengkredit akun "Piutang Usaha" dan mendebet akun kas/bank.
Periksa Laporan Keuangan (Financial Reports) seperti "Balance Sheet" (Neraca) atau "Aged Receivable" (Piutang Jatuh Tempo) untuk memastikan nilai piutang sudah tercatat dengan benar.
Dengan mengikuti checklist ini, Mba Maya bisa memastikan bahwa akun Piutang Usaha di Odoo 12 sudah terkonfigurasi dengan optimal dan siap digunakan untuk proses bisnis sehari-hari, mulai dari pembuatan invoice, pencatatan pembayaran, hingga pelaporan keuangan.
Semoga pencerahan ini membantu ya, Mba Maya! Jika ada langkah yang kurang jelas atau butuh detail lebih lanjut, jangan sungkan untuk bertanya lagi. Selamat mencoba!