Minta Saran: Instalasi Odoo Community untuk Lingkungan Testing/Development
Diposting pada 11 Mar 2026, 15:07
Ditanyakan oleh: Nina
Halo teman-teman praktisi Odoo di sini, salam kenal semuanya!
Saya Nina dari tim IT di perusahaan, kebetulan kami sudah pakai Odoo Enterprise untuk operasional harian. Nah, belakangan ini tim kami lagi butuh environment terpisah untuk testing modul-modul baru atau mungkin mau coba-coba custom development sendiri pakai Odoo Community. Tujuannya biar nggak mengganggu instance produksi Odoo Enterprise kami.
Saya sendiri baru mau explore nih cara instalasi Odoo Community Edition dari awal. Kira-kira, ada yang bisa kasih insight atau panduan step-by-step yang paling umum dan recommended nggak ya untuk setup Odoo Community (misalnya versi 16 atau 17) di server lokal? Preferensi kami sih kalau bisa di OS Linux (Ubuntu Server) dengan PostgreSQL.
Ada tips khusus mungkin untuk dependency atau hal-hal yang perlu diperhatikan biar instalasinya lancar dan minim masalah? Atau mungkin ada cara instalasi yang dianggap paling stabil dan gampang di-maintain? Terima kasih banyak sebelumnya atas bantuannya!
Balasan (1)
Admin Odoo ForumAdmin & AI Support11 Mar 2026, 15:07
Halo Mba Nina, salam kenal juga dari kami di komunitas Odoo Indonesia! Senang sekali Mba Nina dan tim tertarik untuk eksplorasi lebih jauh dengan Odoo Community Edition untuk kebutuhan testing dan development. Ini memang langkah yang sangat bijak lho, agar instance produksi Odoo Enterprise tidak terganggu.
Untuk setup Odoo Community (versi 16 atau 17) di server lokal dengan Ubuntu Server dan PostgreSQL, metode yang paling umum dan direkomendasikan untuk lingkungan development/testing adalah instalasi dari source code. Metode ini memberikan fleksibilitas tinggi untuk kustomisasi dan pengembangan.
Berikut panduan step-by-step yang bisa Mba Nina ikuti:
Langkah 1: Persiapan Sistem Operasi dan Database (Ubuntu Server)
1. Update Sistem:
Pastikan sistem Ubuntu Mba Nina selalu terupdate.
2. Instal PostgreSQL Database Server:
Odoo menggunakan PostgreSQL sebagai database-nya.
3. Buat User PostgreSQL untuk Odoo:
Penting untuk membuat user PostgreSQL khusus untuk Odoo agar lebih aman dan terisolasi. Ganti
Langkah 2: Instalasi Python dan Dependencies Odoo
Odoo ditulis dengan Python, jadi kita perlu mempersiapkan environment Python-nya.
1. Instal Python dan Virtual Environment:
Odoo 16/17 biasanya pakai Python 3.10 atau lebih tinggi. Instal juga
2. Instal Wkhtmltopdf:
Ini penting untuk generate laporan PDF di Odoo. Versi yang kompatibel sangat krusial. Untuk Odoo 16/17, disarankan pakai wkhtmltopdf versi 0.12.5 atau 0.12.6. Hindari versi terbaru (misalnya 0.17.x) karena sering bermasalah dengan Odoo.
Mba Nina bisa download file
3. Instal Node.js dan npm:
Beberapa modul Odoo dan aset web memerlukan Node.js.
Langkah 3: Instalasi Odoo Community dari Source Code
1. Buat User Sistem untuk Odoo:
Demi keamanan, buat user sistem khusus untuk menjalankan service Odoo.
2. Download Source Code Odoo:
Login sebagai user Odoo yang baru atau gunakan
Untuk Odoo 16:
Untuk Odoo 17:
3. Buat dan Aktifkan Python Virtual Environment:
Ini untuk mengisolasi package Python Odoo dari package sistem lainnya.
4. Instal Python Dependencies Odoo:
Setelah virtual environment aktif, instal semua package Python yang dibutuhkan Odoo.
Langkah 4: Konfigurasi Odoo
1. Buat Direktori untuk Custom Addons dan Log:
Ini akan berguna untuk meletakkan modul kustom atau modul dari komunitas.
2. Buat File Konfigurasi Odoo:
File ini penting untuk mengatur berbagai parameter Odoo. Buat file bernama
Isi dengan konfigurasi dasar berikut (ganti
Simpan file (Ctrl+X, Y, Enter).
3. Atur Hak Akses File Konfigurasi:
Pastikan hanya user Odoo yang bisa membacanya.
Langkah 5: Membuat Systemd Service (Disarankan)
Agar Odoo bisa berjalan di background, otomatis restart saat server reboot, dan mudah dikelola (start/stop/restart), buat systemd service.
1. Buat File Service:
Isi dengan:
Simpan file.
2. Reload Daemon dan Aktifkan Service:
3. Cek Status Odoo:
Pastikan statusnya
Sekarang, Mba Nina bisa mengakses Odoo melalui browser di alamat
Tips Khusus dan Hal yang Perlu Diperhatikan:
Python Virtual Environment: Selalu gunakan ini. Ini adalah praktik terbaik untuk development agar dependencies antar proyek Python tidak bentrok.
Dedicated User: Menggunakan user sistem (
File Konfigurasi (
Wkhtmltopdf Versi: Sekali lagi, ini sangat penting. Pastikan Mba Nina menggunakan versi 0.12.5 atau 0.12.6 untuk menghindari masalah rendering PDF.
Backup: Untuk lingkungan development/testing, biasakan untuk melakukan backup database secara berkala, terutama sebelum mencoba perubahan besar atau instalasi modul baru.
Sumber Daya Server: Untuk testing, spesifikasi server mungkin tidak perlu terlalu tinggi, tapi pastikan ada cukup RAM dan CPU agar tidak lambat saat menjalankan banyak modul atau operasi berat.
Versi Odoo: Jika tujuan utama adalah mencoba modul yang akan diintegrasikan dengan Enterprise, ada baiknya jika versi Odoo Community (misalnya Odoo 16) yang diinstal mendekati versi minor dari Odoo Enterprise Mba Nina (misalnya Odoo Enterprise 16.x). Meskipun seringkali kompatibel, beberapa hal kecil mungkin berbeda.
Semoga panduan ini membantu Mba Nina dan tim dalam membangun lingkungan testing/development Odoo Community-nya ya! Kalau ada kendala di salah satu langkah, jangan sungkan untuk bertanya lagi di sini. Sukses selalu untuk eksplorasinya!
Untuk setup Odoo Community (versi 16 atau 17) di server lokal dengan Ubuntu Server dan PostgreSQL, metode yang paling umum dan direkomendasikan untuk lingkungan development/testing adalah instalasi dari source code. Metode ini memberikan fleksibilitas tinggi untuk kustomisasi dan pengembangan.
Berikut panduan step-by-step yang bisa Mba Nina ikuti:
Langkah 1: Persiapan Sistem Operasi dan Database (Ubuntu Server)
1. Update Sistem:
Pastikan sistem Ubuntu Mba Nina selalu terupdate.
sudo apt update && sudo apt upgrade -y2. Instal PostgreSQL Database Server:
Odoo menggunakan PostgreSQL sebagai database-nya.
sudo apt install postgresql -y3. Buat User PostgreSQL untuk Odoo:
Penting untuk membuat user PostgreSQL khusus untuk Odoo agar lebih aman dan terisolasi. Ganti
nama_user_odoo dan password_odoo sesuai keinginan Mba Nina.sudo su - postgrescreateuser --createdb --username postgres --no-createrole --no-superuser nama_user_odoopsql -c "ALTER USER nama_user_odoo WITH PASSWORD 'password_odoo';"exit (untuk kembali ke user sebelumnya)Langkah 2: Instalasi Python dan Dependencies Odoo
Odoo ditulis dengan Python, jadi kita perlu mempersiapkan environment Python-nya.
1. Instal Python dan Virtual Environment:
Odoo 16/17 biasanya pakai Python 3.10 atau lebih tinggi. Instal juga
venv untuk virtual environment.sudo apt install python3 python3-pip python3-venv python3-dev libpq-dev libxml2-dev libxslt1-dev libjpeg-dev libfreetype6-dev zlib1g-dev -y2. Instal Wkhtmltopdf:
Ini penting untuk generate laporan PDF di Odoo. Versi yang kompatibel sangat krusial. Untuk Odoo 16/17, disarankan pakai wkhtmltopdf versi 0.12.5 atau 0.12.6. Hindari versi terbaru (misalnya 0.17.x) karena sering bermasalah dengan Odoo.
Mba Nina bisa download file
.deb-nya langsung dari GitHub atau repository wkhtmltopdf yang spesifik. Contoh untuk 0.12.5 (pastikan arsitektur server sesuai, misalnya amd64):wget https://github.com/wkhtmltopdf/packaging/releases/download/0.12.5/wkhtmltox_0.12.5-1.bionic_amd64.debsudo dpkg -i wkhtmltox_0.12.5-1.bionic_amd64.debsudo apt --fix-broken install -y (untuk memperbaiki dependencies yang mungkin kurang)3. Instal Node.js dan npm:
Beberapa modul Odoo dan aset web memerlukan Node.js.
sudo apt install nodejs npm -yLangkah 3: Instalasi Odoo Community dari Source Code
1. Buat User Sistem untuk Odoo:
Demi keamanan, buat user sistem khusus untuk menjalankan service Odoo.
sudo adduser --system --home /opt/odoo --group odoo2. Download Source Code Odoo:
Login sebagai user Odoo yang baru atau gunakan
sudo -u odoo. Pindah ke direktori /opt/odoo.sudo su - odoo -s /bin/bashcd /opt/odooUntuk Odoo 16:
git clone https://www.github.com/odoo/odoo --depth 1 --branch 16.0 .Untuk Odoo 17:
git clone https://www.github.com/odoo/odoo --depth 1 --branch 17.0 .exit (untuk kembali ke user sebelumnya)3. Buat dan Aktifkan Python Virtual Environment:
Ini untuk mengisolasi package Python Odoo dari package sistem lainnya.
cd /opt/odoopython3 -m venv odoo-venvsource odoo-venv/bin/activate4. Instal Python Dependencies Odoo:
Setelah virtual environment aktif, instal semua package Python yang dibutuhkan Odoo.
pip install wheelpip install -r requirements.txtdeactivate (untuk menonaktifkan virtual environment)Langkah 4: Konfigurasi Odoo
1. Buat Direktori untuk Custom Addons dan Log:
Ini akan berguna untuk meletakkan modul kustom atau modul dari komunitas.
sudo mkdir /opt/odoo/custom_addonssudo mkdir /var/log/odoosudo chown odoo:odoo /var/log/odoo2. Buat File Konfigurasi Odoo:
File ini penting untuk mengatur berbagai parameter Odoo. Buat file bernama
odoo.conf di /etc/.sudo nano /etc/odoo.confIsi dengan konfigurasi dasar berikut (ganti
nama_user_odoo dan password_odoo):
[options]
; Admin password untuk operasi database (penting untuk setup/upgrade modul)
admin_passwd = master_password_anda
db_host = False
db_port = False
db_user = nama_user_odoo
db_password = password_odoo
addons_path = /opt/odoo/odoo/addons,/opt/odoo/custom_addons
data_dir = /opt/odoo/.local/share/Odoo
logfile = /var/log/odoo/odoo.log
logrotate = True
xmlrpc_port = 8069 ; Ganti port jika ada Odoo lain di server yang sama
longpolling_port = 8072
limit_memory_hard = 2048000000
limit_memory_soft = 1638000000
limit_time_cpu = 600
limit_time_real = 1200
max_cron_threads = 1
workers = 0 ; Set 0 untuk development, lebih dari 0 untuk production
Simpan file (Ctrl+X, Y, Enter).
3. Atur Hak Akses File Konfigurasi:
Pastikan hanya user Odoo yang bisa membacanya.
sudo chown odoo:odoo /etc/odoo.confsudo chmod 640 /etc/odoo.confLangkah 5: Membuat Systemd Service (Disarankan)
Agar Odoo bisa berjalan di background, otomatis restart saat server reboot, dan mudah dikelola (start/stop/restart), buat systemd service.
1. Buat File Service:
sudo nano /etc/systemd/system/odoo.serviceIsi dengan:
[Unit]
Description=Odoo
Requires=postgresql.service
After=network.target postgresql.service
[Service]
Type=simple
SyslogIdentifier=odoo
PermissionsStartOnly=true
User=odoo
Group=odoo
ExecStart=/opt/odoo/odoo-venv/bin/python3 /opt/odoo/odoo/odoo-bin -c /etc/odoo.conf
StandardOutput=journal+console
StandardError=journal+console
WorkingDirectory=/opt/odoo
Environment=PATH=/bin:/usr/bin:/opt/odoo/odoo-venv/bin
# Restart Odoo if it fails
Restart=always
RestartSec=3
[Install]
WantedBy=multi-user.target
Simpan file.
2. Reload Daemon dan Aktifkan Service:
sudo systemctl daemon-reloadsudo systemctl enable odoosudo systemctl start odoo3. Cek Status Odoo:
sudo systemctl status odooPastikan statusnya
active (running).Sekarang, Mba Nina bisa mengakses Odoo melalui browser di alamat
http://IP_SERVER:8069.Tips Khusus dan Hal yang Perlu Diperhatikan:
Python Virtual Environment: Selalu gunakan ini. Ini adalah praktik terbaik untuk development agar dependencies antar proyek Python tidak bentrok.
Dedicated User: Menggunakan user sistem (
odoo) dan user PostgreSQL (nama_user_odoo) khusus akan meningkatkan keamanan dan kebersihan sistem.File Konfigurasi (
odoo.conf): Ini adalah jantung konfigurasi Odoo Mba Nina. Pelajari parameter-parameter pentingnya:addons_path: Lokasi Odoo mencari modul. Tambahkan direktori modul kustom Mba Nina di sini, dipisahkan koma.admin_passwd: Ini adalah "kunci master" untuk melakukan operasi database (seperti membuat database baru, upgrade modul, atau restore backup) dari UI Odoo.db_user dan db_password: Kredensial untuk koneksi ke PostgreSQL.xmlrpc_port: Port Odoo akan berjalan. Defaultnya 8069. Kalau di server yang sama ada Odoo Enterprise, pastikan ini beda.Wkhtmltopdf Versi: Sekali lagi, ini sangat penting. Pastikan Mba Nina menggunakan versi 0.12.5 atau 0.12.6 untuk menghindari masalah rendering PDF.
Backup: Untuk lingkungan development/testing, biasakan untuk melakukan backup database secara berkala, terutama sebelum mencoba perubahan besar atau instalasi modul baru.
Sumber Daya Server: Untuk testing, spesifikasi server mungkin tidak perlu terlalu tinggi, tapi pastikan ada cukup RAM dan CPU agar tidak lambat saat menjalankan banyak modul atau operasi berat.
Versi Odoo: Jika tujuan utama adalah mencoba modul yang akan diintegrasikan dengan Enterprise, ada baiknya jika versi Odoo Community (misalnya Odoo 16) yang diinstal mendekati versi minor dari Odoo Enterprise Mba Nina (misalnya Odoo Enterprise 16.x). Meskipun seringkali kompatibel, beberapa hal kecil mungkin berbeda.
Semoga panduan ini membantu Mba Nina dan tim dalam membangun lingkungan testing/development Odoo Community-nya ya! Kalau ada kendala di salah satu langkah, jangan sungkan untuk bertanya lagi di sini. Sukses selalu untuk eksplorasinya!